Kekerasan di tempat kerja bentuknya tidak selalu berupa fisik. Selain itu, terdapat pula kekerasan psikologis yang masih sering dianggap remeh dan jarang disadari yaitu mobbing.
Apa itu mobbing? mobbing adalah tindakan berupa tekanan, intimidasi hingga pelecehan yang dilakukan sekelompok orang kepada individu agar merasa tidak nyaman dan tidak betah pada dunia kerja. Konsep ini awal mulanya dipopulerkan oleh psikolog kerja, Henz Leymann pada tahun 1980.
Meski tidak melibatkan kekerasan fisik, perilaku mobbing tetap memiliki dampak jangka panjang yang dapat merusak kesehatan mental dan fisik korban. Oleh karena itu, mobbing sering disebut sebagai intimidasi orang dewasa yang terjadi di lingkungan kerja.
Mobbing dengan Bullying Apakah Sama?
Sekilas mobbing dan bullying tampak sama tapi keduanya adalah dua hal yang berbeda.
Menurut psychologytoday.com, bullying merupakan tindakan individu, sedangkan mobbing merupakan hasil dari budaya organisasi, di mana sekelompok individu berkumpul melawan dan menyerang korban dengan bermaksud memberhentikan pekerjaan korban.
Selain itu, mobbing juga lebih halus dan sangat sulit untuk dideteksi sehingga dapat terjadi dalam kurun waktu yang lama. Berbeda dengan bullying yang sifatnya lebih spontan dan langsung mudah dikenali.
Penyebab Mobbing di Tempat Kerja
Kekerasan psikologis ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk persaingan kerja yang tidak sehat serta diskriminasi berdasarkan usia, gender, ras, atau agama. Selain itu, budaya kerja toxic yang penuh tekanan tanpa dukungan emosional juga menciptakan lingkungan yang membuat mobbing tumbuh subur.
Contoh Perilaku Mobbing di Tempat Kerja
Pekerja Indonesia masih rentan kekerasan dan pelecehan di dunia kerja. Berdasarkan data survei dari International Labour Organization (ILO) dan Never Okay Project pada tahun 2020-2022, sebanyak 70,93% atau 852 dari 1.173 responden di Indonesia pernah mengalami kekerasan atau pelecehan di dunia kerja.
Beberapa hal yang dapat dikategorikan mobbing di tempat kerja baik yang terlihat secara langsung maupun tidak di antaranya adalah:
- Memberikan beban kerja berlebihan diluar kesepakatan deskripsi pekerjaan.
- Mengabaikan pendapat seseorang, seolah-olah keberadaannya tidak diakui.
- Menegur atau memarahi seseorang di depan umum, seperti saat rapat atau forum terbuka.
- Membatasi ruang bagi seseorang untuk mengekspresikan pemikiran atau pendapatnya.
- Merendahkan atau mempermalukan seseorang, termasuk menyampaikan kritik yang merusak/tidak konstruktif.
- Mengecualikan seseorang dari proses pengambilan keputusan, khususnya pada area kerja yang menjadi tanggung jawabnya.
- Melakukan tindakan pelecehan seksual, baik secara lisan maupun tindakan non-verbal.
- Menyebarkan gosip atau rumor negatif terhadap korban
Jenis-Jenis Mobbing di Tempat Kerja
1. Mobbing Sosial
Merusak reputasi, hubungan, serta rasa memiliki (sense of belonging) seseorang di tempat kerja.
Contoh: mengabaikan atau mengecualikan seseorang dari acara kumpul kantor, menyebarkan gosip/rumor, hingga menghambat kemajuan karier.
2. Mobbing Fisik
Kontak fisik yang tidak diinginkan, invasif, atau merusak barang pribadi/fasilitas.
Contoh: menyenggol secara kasar dengan sengaja, mengintimidasi di sudut ruangan, merusak barang milik korban, serta pelecehan seksual.
3. Mobbing Verbal
Ucapan, kritik, atau kata-kata yang menyakitkan, merendahkan, dan menyinggung.
Contoh: hinaan yang disampaikan secara langsung maupun di belakang korban, serta komentar diskriminatif terkait identitas (misalnya rasis atau misoginis).
4. Mobbing Virtual
Perundungan yang dilakukan melalui media digital atau jaringan komunikasi kantor.
Contoh: Pengiriman email/pesan singkat berisi ancaman dan intimidasi, serta perundungan dalam rapat daring atau panggilan telepon.
Dampak Perilaku Mobbing Bagi Kesehatan
Menurut Healthline, perilaku mobbing di tempat kerja bisa berdampak serius pada kesehatan. Diantaranya ialah:
Dampak mobbing terhadap kesehatan fisik
Mobbing atau perundungan di tempat kerja dapat menimbulkan gangguan fisik, seperti:
- Nyeri leher
- Keluhan muskuloskeletal (otot dan tulang)
- Peningkatan risiko penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah)
Dampak mobbing terhadap kesehatan mental
Kondisi ini juga dapat memengaruhi kesehatan mental dan menyebabkan:
- Gangguan kecemasan
- Depresi
- Penurunan rasa percaya diri
- Stres kerja atau burnout
Seseorang yang sudah memiliki kondisi kesehatan tertentu sebelumnya dan mengalami mobbing di tempat kerja mungkin mendapati gejala penyakitnya semakin memburuk.
Cara Menghentikan Mobbing di Tempat Kerja
Dikutip dari HelloSehat, apabila kamu menjadi korban mobbing di tempat kerja, berikut ini adalah langkah-langkah yang bisa dilakukan:
1. Dokumentasikan Setiap Kejadian
Sangat penting untuk mendokumentasikan setiap bentuk perilaku yang kamu alami. Dokumentasi akan mendukung laporan yang akan diajukan nanti pada atasan atau HRD. Catatlah setiap kejadian mobbing yang kamu alami dalam buku harian dan rekam setiap rincian kejadian siapa saja yang terlibat, rekan kerja yang menyaksikan, termasuk waktu, situasi dan tanggal secara detail selama peristiwa itu terjadi.
2. Cari Dukungan Orang Lain
Jika kondisi terasa sudah tidak aman, jangan ragu buat cerita dan minta bantuan ke orang terdekat seperti dari pasangan, teman, atau orangtua. Carilah juga rekan kerja yang dapat dipercaya buat saling jaga. Dukungan seperti ini penting untuk menjaga semangat dalam menghadapi mobbing dan tidak menanggung beban mentalnya sendirian.
3. Laporkan Pada Atasan atau HRD
Perilaku mobbing sangatlah merugikan maka segeralah bicarakan masalah ini pada atasan atau HRD di tempat kerja. Pastikan pengaduan resmi mengikuti prosedur penyelesaian masalah (grievance procedure) yang berlaku di tempat kerja. Lalu sertakan bukti pendukung supaya bisa menjelaskan situasi yang dialami dengan rinci.
4. Konsultasikan dengan Pihak Profesional
Jika dampak perilaku ini mulai mengganggu kesehatan fisik dan mental, disarankan untuk berkonsultasi dengan konselor atau psikolog profesional. Bantuan ahli dapat memberikan pendampingan emosional yang tepat serta membantu merumuskan strategi penanganan masalah yang efektif.
Langkah-langkah tersebut penting untuk perlindungan diri sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang lebih kondusif. Segera hubungi pihak berwenang atau profesional jika kamu atau rekan kerja menjadi sasaran perilaku mobbing.
Penutup
Tempat kerja yang aman dan suportif adalah hak setiap karyawan, dan perilaku mobbing ini tidak boleh dijadikan hal lumrah di lingkungan kerja karena dampaknya bisa sangat fatal. Yuk mulai dari sekarang jangan normalisasikan perilaku mobbing.
Jika kamu sedang mencari perusahaan yang memiliki budaya kerja yang sehat, website Talent Growth adalah rekomendasi terbaik. Ada begitu banyak lowongan pekerjaan ternama yang menawarkan budaya kerja sehat yang bisa kamu apply di sana. Langsung sign up sekarang. Klik link di sini.





