Home » Post Graduation Depression pada Fresh Graduate: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Post Graduation Depression pada Fresh Graduate: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Fresh graduate mengenakan toga terlihat sedih dan bingung setelah lulus kuliah, menggambarkan kondisi post graduation depression pada fresh graduate.

Growers yang baru lulus kuliah, apakah kamu sedang merasa cemas, frustrasi, kehilangan arah, kehilangan semangat, atau bahkan sedih berkepanjangan setelah wisuda? Jika iya, kamu tidak sendirian. Banyak fresh graduate mengalami kondisi yang sering disebut sebagai post graduation blues atau bahkan post-graduation depression.

Perasaan ini biasanya muncul ketika seseorang mulai menghadapi realitas setelah lulus kuliah. Misalnya ketika melihat teman-teman sudah mendapatkan pekerjaan lebih dulu, sementara kamu masih berjuang mengirim CV ke berbagai perusahaan. Atau saat membuka LinkedIn dan melihat timeline yang penuh dengan achievement orang lain, mulai dari pengumuman diterima kerja hingga cerita hari pertama di kantor baru.

Belum lagi pertanyaan dari keluarga seperti, “Udah kerja belum?” yang sering muncul setiap kali bertemu. Situasi-situasi ini bisa membuat banyak fresh graduate mengalami fresh graduate stress cari kerja, merasa tertinggal, bahkan mulai bertanya pada diri sendiri kenapa setelah lulus merasa kosong. Tidak sedikit juga yang akhirnya merasa sedang berada dalam fase quarter life crisis fresh graduate atau bahkan mengalami depresi setelah lulus kuliah.

Bisa jadi, kondisi tersebut merupakan tanda kamu sedang mengalami post-graduation depression lho. Lalu, sebenarnya apa itu post graduation depression dan bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasannya dalam artikel berikut ini ya!

Apa Itu Post Graduation Depression?

Menurut platform konseling daring KALM, post-graduation depression adalah perasaan sedih yang mendalam hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, dialami oleh lulusan baru setelah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi. Meskipun tidak tercantum dalam DSM-V sebagai pedoman diagnosis internasional, penelitian menunjukkan kondisi ini nyata dan cukup sering terjadi.

Konselor kesehatan mental di Southern New Hampshire University, Dr. Lotes Nelson, menjelaskan bahwa kondisi ini bisa muncul akibat kesulitan beradaptasi dengan perubahan besar setelah lulus, ketidakpastian masa depan, atau fase quarter-life crisis. Pada usia 20-an, banyak lulusan baru menghadapi tekanan emosional seperti kesepian, isolasi, keraguan diri, dan ketakutan akan kegagalan, yang membuat mereka lebih rentan terhadap post graduation depression.

Baca juga: Pekerjaan Aman dari Resesi untuk Fresh Graduate

Mengapa Post Graduation Depression Bisa Terjadi?

Meskipun kelulusan merupakan pencapaian besar, transisi menuju kehidupan setelah kuliah sering kali tidak mudah. Menurut Charlie Health, banyak lulusan baru mengalami perubahan besar karena kehilangan rutinitas, lingkungan, dan dukungan sosial yang selama ini mereka miliki.

Saat masih menjadi mahasiswa, hari-hari biasanya diisi dengan jadwal kuliah, tugas, serta berbagai aktivitas bersama teman. Namun setelah wisuda, ritme tersebut tiba-tiba berubah dan digantikan dengan pertanyaan besar tentang masa depan.

Salah satu penyebab utama munculnya post graduation depression adalah perasaan kehilangan arah. Ekspektasi untuk segera mendapatkan pekerjaan, tekanan untuk mandiri secara finansial, hingga harapan untuk meraih karier impian dapat menimbulkan beban tersendiri.

Di sisi lain, tidak semua fresh graduate langsung memperoleh pekerjaan yang sesuai. Proses mencari kerja sering kali dipenuhi tantangan, mulai dari persaingan yang ketat hingga berbagai penolakan yang dapat memicu rasa kecewa.

Perubahan lingkungan juga bisa memperburuk kondisi ini. Misalnya ketika seseorang harus pindah ke kota baru atau mulai beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda. Berkurangnya interaksi dengan teman-teman lama dapat menimbulkan rasa kesepian dan membuat masa transisi terasa lebih sulit.

Pada beberapa kasus, tekanan ini dapat terasa lebih berat jika seseorang memiliki faktor risiko tambahan seperti riwayat masalah kesehatan mental, pengalaman traumatis, atau kondisi kesehatan tertentu.

Tanda-Tanda Post Graduation Depression

Gejala depresi setelah lulus kuliah dapat muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari kebingungan emosional hingga keluhan fisik. Dilansir dari WebMD, beberapa tanda yang sering dialami antara lain sebagai berikut:

  • Perasaan terjebak dan kehilangan motivasi: Kamu mungkin merasa tidak memiliki arah yang jelas mengenai langkah selanjutnya atau merasa bingung menentukan tujuan hidup setelah lulus.
  • Merasa tidak cukup baik: Muncul perasaan seolah-olah kamu telah mengecewakan diri sendiri, keluarga, atau orang terdekat karena belum mampu mencapai harapan yang diinginkan.
  • Mudah tersinggung dan marah: Rasa frustasi dapat muncul, baik kepada diri sendiri karena merasa belum berhasil mencapai tujuan maupun kepada orang lain yang dianggap menghambat langkahmu.
  • Kelelahan yang berlebihan: Tekanan dan stres yang berlangsung cukup lama sering kali memicu rasa lelah yang mendalam, bahkan ketika kamu tidak melakukan aktivitas yang terlalu berat.
  • Kesepian dan merasa terisolasi: Kamu bisa merasa jauh dari teman-teman atau merasa tidak memiliki dukungan sosial, terutama ketika berada di lingkungan baru seperti tempat kerja atau kota yang berbeda.

Selain memengaruhi kondisi emosional, kecemasan dan depresi juga dapat menimbulkan berbagai gejala fisik, seperti:

  • Perubahan nafsu makan: Stres dapat membuat seseorang makan lebih banyak dari biasanya atau justru kehilangan selera makan.
  • Kesulitan tidur: Kamu mungkin sering terjaga di malam hari karena terus memikirkan masa depan atau langkah yang harus diambil selanjutnya.
  • Menangis secara tiba-tiba: Dalam beberapa situasi, perasaan cemas dapat memicu ledakan emosi sehingga kamu tiba-tiba menangis tanpa alasan yang jelas.
  • Sakit kepala atau gangguan pencernaan: Tekanan mental yang berkepanjangan bisa memicu keluhan fisik, seperti sakit kepala atau rasa tidak nyaman pada perut.

Apakah Post Graduation Depression Itu Normal?

Kalau kamu fresh graduate dan sedang mengalaminya, hal tersebut sebenarnya cukup normal dan bisa terjadi pada siapapun. Masa setelah lulus kuliah merupakan fase transisi besar dalam hidup, dari dunia akademik menuju dunia kerja yang penuh ketidakpastian.

Pada masa ini, tidak sedikit orang yang mengalami post graduation blues, yaitu perasaan cemas, bingung, atau kehilangan arah setelah menyelesaikan pendidikan. Tekanan untuk segera mendapatkan pekerjaan, melihat teman sudah lebih dulu bekerja, hingga pertanyaan dari lingkungan sekitar dapat memicu fresh graduate stress cari kerja.

Perasaan seperti sedih, khawatir, atau bahkan merasa kosong setelah lulus kuliah juga sering muncul karena perubahan rutinitas dan tanggung jawab yang tiba-tiba. Namun, jika perasaan tersebut berlangsung lama dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi ini bisa berkembang menjadi post-graduation depression yang sangat perlu untuk diperhatikan.

Baca juga: Rata-rata Gaji Fresh Graduate: Bisa Sampai 2 Digit Gak Sih?

Cara Mengatasi Post Graduation Depression

Kondisi ini memang tidak dapat hilang secara langsung dalam waktu singkat. Namun, ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk membantu menghadapi fase tersebut dengan lebih baik.

1. Manfaatkan jaringan alumni kampus

Banyak kampus memiliki komunitas atau ikatan alumni yang menyediakan berbagai dukungan bagi lulusan baru, seperti bantuan menyusun CV, konsultasi karier, hingga program mentorship.

Berbicara dengan alumni yang pernah melewati fase serupa bisa memberikan perspektif baru serta membantu kamu menemukan motivasi untuk melangkah.

2. Tetap menjaga hubungan dengan teman

Walaupun setiap orang mulai menempuh jalan karier yang berbeda, menjaga komunikasi dengan teman tetap penting. Kamu bisa tetap terhubung melalui media sosial atau sesekali meluangkan waktu untuk bertemu.

Berbincang dengan teman-teman kuliah dapat membantu mengurangi rasa kesepian dan membuatmu merasa tidak sendirian dalam menghadapi fase ini.

3. Mulai dari langkah-langkah kecil

Jika kamu merasa kewalahan memikirkan masa depan, cobalah memulai perubahan dari hal-hal sederhana. Misalnya dengan membuat tujuan jangka pendek atau membangun rutinitas baru seperti bangun lebih pagi dan berolahraga.

Menjaga kesehatan fisik dapat membantu pikiran menjadi lebih jernih serta memberikan energi positif untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

4. Jangan terlalu keras pada diri sendiri

Tekanan sosial sering kali membuat fresh graduate merasa harus segera berhasil setelah lulus. Padahal, setiap orang memiliki perjalanan karier yang berbeda.

Penting untuk diingat bahwa post graduation blues bukanlah tanda kemalasan. Kondisi ini adalah bagian dari proses transisi menuju fase kehidupan yang baru.

Cobalah untuk tidak terlalu terpengaruh oleh penilaian orang lain. Hargai usaha yang telah kamu lakukan selama kuliah dan gunakan waktu ini untuk terus belajar serta mengembangkan diri.

Penutup

Itulah informasi mengenai post graduation graduate yang telah Talent Growth rangkum untuk kamu.

Memulai perjalanan karier setelah lulus kuliah memang tidak selalu mudah dan instan. Setiap orang memiliki proses dan waktu yang berbeda dalam menemukan jalannya masing-masing.

Jika kamu sedang mengalami perasaan tertekan atau kebingungan setelah lulus, cobalah menerapkan beberapa cara di atas agar kamu dapat menghadapi depresi setelah lulus kuliah dengan lebih baik.

Selain itu, memperluas pengetahuan dan terus belajar juga bisa menjadi langkah yang tepat sebelum benar-benar terjun ke dunia kerja.

Jika kamu masih bingung menentukan langkah setelah lulus, kamu bisa mulai dengan membaca panduan karier atau mencari peluang kerja yang sesuai dengan minatmu melalui Talent Growth. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *