Home » Pentingnya Riset Perusahaan saat Melamar Kerja, Tingkatkan Peluang Lolos!

Pentingnya Riset Perusahaan saat Melamar Kerja, Tingkatkan Peluang Lolos!

Seorang wanita berkacamata dan berbaju putih yang sedang melakukan riset perusahaan untuk melamar kerja.

Banyak kandidat gagal bukan karena kurang kompeten, tetapi karena tidak memahami perusahaan yang mereka lamar. Recruiter dapat dengan mudah membedakan kandidat yang benar-benar melakukan riset dengan yang hanya mengirim lamaran secara massal. Karena itu, riset perusahaan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan peluang lolos seleksi.

Baca juga: Sudah Pernah Ditolak, Bolehkah Melamar di Perusahaan yang Sama?

Pentingnya Riset Perusahaan Sebelum Melamar Kerja

1. Membantu Menemukan Pekerjaan yang Cocok

Riset mempermudah kamu menyaring lowongan dan menemukan tempat kerja yang benar-benar sesuai dengan minat, kualifikasi, serta nilai personalmu. Di sisi lain, perusahaan juga diuntungkan karena kamu bisa menyoroti keahlian yang paling relevan dengan kebutuhan mereka.

2. Mengidentifikasi Visi, Misi, dan Budaya Perusahaan

Setiap tempat kerja memiliki budaya dan fokus yang berbeda (misalnya komersial vs. sosial). Lewat riset, kamu bisa menilai apakah visi-misi perusahaan sejalan dengan personal values dan ekspektasimu ke depan.

3. Menggali Detail Penting Sebelum Terlanjur Melamar

Melalui riset mendalam, kamu bisa mengetahui gambaran nyata mengenai:

  • Reputasi dan stabilitas perusahaan.
  • Suasana/budaya kerja dan kesejahteraan karyawan.
  • Peluang jenjang karier dan benefit yang ditawarkan.

Ini penting agar kamu tidak menyesal di kemudian hari karena realitas kerja jauh dari ekspektasi.

4. Mempermudah Proses Lamaran & Wawancara

  • Surat Lamaran (Cover Letter): Kamu bisa menuliskan alasan yang spesifik dan kontekstual mengapa kamu ingin bergabung.
  • Sesi Wawancara: Kamu dapat menjawab pertanyaan dengan lebih percaya diri dan berbobot. Ketika pewawancara menguji pengetahuanmu tentang perusahaan, pemahaman yang baik akan memberikan kesan bahwa kamu serius dan benar-benar tertarik.

5. Bahan untuk Mengklarifikasi Saat Wawancara

Wawancara kerja sejatinya adalah proses dua arah. Bukan hanya perusahaan yang menilai kamu, tetapi kamu juga berhak menilai mereka. Hasil riset perusahaan biasanya memicu berbagai rasa penasaran. Manfaatkan sesi tanya jawab di akhir wawancara untuk menanyakan budaya kerja, ekspektasi posisi, atau peluang pengembangan karier. Pertanyaan yang berbobot akan menunjukkan antusiasme dan keseriusanmu terhadap posisi tersebut. 

Apa Saja yang Harus Kamu Riset Saat Melamar Kerja?

Sebelum mengirim lamaran, jangan hanya membaca deskripsi pekerjaan. Menurut TargetJobs, ada beberapa area utama yang perlu kamu gali dan pelajari sebelum mengajukan lamaran kerja:

1. Informasi Latar Belakang (Background Information)

Cari tahu mengenai:

  • Apa yang dilakukan perusahaan (produk yang dibuat/layanan yang disediakan)?
  • Di mana lokasinya?
  • Sejarah perusahaan dan momen-momen penting/bersejarah.
  • Siapa pelanggan/klien mereka?
  • Di mana perusahaan beroperasi dan di pasar mana saja mereka bergerak?
  • Siapa pesaing (competitors) utamanya?
  • Bagaimana, di mana, dan mengapa perusahaan tersebut berkembang?
  • Berita besar dalam satu hingga dua tahun terakhir – peluncuran produk baru, dampak ekonomi, perubahan regulasi, merger dan akuisisi, dll.
  • Apa yang ditawarkannya yang unik dibandingkan para pesaingnya – apa yang membuat produk atau layanannya berbeda?

2. Informasi Rekrutmen (Recruitment Information)

Cari tahu mengenai:

  • Peran/posisi apa saja yang tersedia untuk lulusan baru (graduates) dan apa saja yang tercakup dalam program atau pekerjaan tersebut?
  • Latar belakang jurusan/gelar dan kualifikasi apa yang dibutuhkan – persyaratan minimum
  • Kompetensi umum dan keterampilan (skills) spesifik apa yang dibutuhkan
  • Apa saja yang ada dalam proses rekrutmen – jenis pendaftaran dan tahapan-tahapannya?
  • Detail kontak untuk mengajukan lamaran.
  • Batas waktu pendaftaran (application deadline).

3. Budaya Perusahaan dan Kesan Umum (Company Culture and General Feelings)

Kamu perlu:

  • Mencari tahu tentang nilai-nilai inti (core values) dan tujuan perusahaan
  • Memikirkan bagaimana perusahaan ingin memandang dirinya sendiri
  • Mempertimbangkan bagaimana perusahaan dipandang secara eksternal (oleh pihak luar)
  • Meninjau kebijakan-kebijakan HR (Human Resources)
  • Memikirkan bagaimana pandanganmu sendiri terhadap organisasi/perusahaan tersebut
  • Bertanya pada diri sendiri mengapa bekerja di perusahaan tersebut menarik bagimu.

Kapan Riset Perusahaan Harus Dilakukan?

Setelah mengetahui poin-poin penting yang perlu diriset, pertanyaan berikutnya adalah: kapan waktu yang tepat untuk melakukan riset perusahaan? 

Mengacu pada Glints, ada dua waktu yang paling ideal untuk melakukan riset perusahaan agar hasilnya maksimal. 

1. Sebelum Mengirim Lamaran

Riset perusahaan sebaiknya dilakukan sebelum kamu mengirimkan lamaran kerja. Melalui riset perusahaan, kamu dapat menilai kredibilitas perusahaan dan menghindari lowongan kerja palsu maupun penipuan. 

2. Sebelum Mengikuti Interview Kerja

Jangan berhenti melakukan riset setelah mengirim lamaran. Sebelum hari h wawancara, luangkan waktu untuk mencari informasi terbaru mengenai perusahaan, seperti pencapaian, produk, layanan, atau proyek yang baru diluncurkan. Informasi tersebut dapat menjadi bekal untuk menjawab pertanyaan wawancara dengan lebih percaya diri sekaligus menunjukkan bahwa kamu benar-benar tertarik pada perusahaan tersebut. 

Cara Melakukan Riset Perusahaan Sebelum Melamar Kerja 

Dalam melakukan riset jangan dibuat rumit. Sesuai panduan RKY Careers, lakukan hal-hal di bawah ini untuk mempelajari profil perusahaan dan mempersiapkan lamaran lebih relevan.

1. Kunjungi Website Resmi Perusahaan

Website resmi merupakan sumber informasi paling akurat untuk mengenal perusahaan. Fokuskan pencarianmu pada beberapa halaman berikut:

  • Tentang Kami (About Us): Pelajari sejarah, visi, misi, serta nilai yang dipegang perusahaan.
  • Berita atau Blog: Cari informasi mengenai pencapaian, proyek terbaru, atau perkembangan bisnis.
  • Karier (Careers): Pahami budaya kerja, manfaat yang ditawarkan, dan kualifikasi kandidat yang mereka cari.

2. Cari Informasi Melalui LinkedIn

LinkedIn menjadi salah satu platform terbaik untuk melakukan riset perusahaan. Kamu dapat:

  • Melihat halaman resmi perusahaan untuk mengetahui aktivitas dan prioritas bisnis mereka.
  • Mengamati profil karyawan agar memahami keterampilan yang dibutuhkan dan jalur karier di perusahaan tersebut.
  • Memanfaatkan koneksi bersama untuk memperoleh informasi langsung mengenai pengalaman bekerja di sana.

3. Baca Ulasan dari Karyawan

Situs seperti Glassdoor atau Indeed dapat memberikan gambaran mengenai pengalaman karyawan di perusahaan tersebut. Saat membaca ulasan, perhatikan pola yang sering muncul, seperti:

  • Gaya kepemimpinan dan manajemen.
  • Budaya kerja.
  • Kesempatan pengembangan karier.
  • Kesejahteraan serta work-life balance.

Gunakan informasi ini sebagai bahan pertimbangan, bukan satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan.

4. Pelajari Industri dan Posisi Perusahaan

Selain memahami perusahaan, penting juga mengetahui kondisi industrinya. Cari tahu:

  • Posisi perusahaan dibandingkan kompetitor.
  • Tren industri yang sedang berkembang.
  • Prestasi atau tantangan yang sedang dihadapi perusahaan.

Informasi ini akan membantumu memberikan jawaban yang lebih relevan saat wawancara.

5. Pantau Media Sosial Perusahaan

Media sosial sering kali menampilkan sisi perusahaan yang tidak terlihat di website resmi. Selain mengikuti akun utama perusahaan di LinkedIn, Instagram, Facebook, TikTok, atau platform lainnya, cari juga akun khusus karier atau employer branding

Saat ini, banyak perusahaan memiliki akun terpisah yang berfokus pada proses rekrutmen dan kehidupan di tempat kerja, dengan nama seperti Life at, Careers, Join Us, Inside, atau Talent (misalnya @lifeattokopedia, @namaperusahaancareers, atau @joinnamaperusahaan).

Melalui akun tersebut, kamu bisa memperoleh gambaran yang lebih nyata mengenai lingkungan kerja, budaya perusahaan, hingga pengalaman para karyawan. Beberapa informasi yang dapat kamu cari antara lain:

  • Aktivitas dan perkembangan terbaru perusahaan.
  • Program Corporate Social Responsibility (CSR) dan kegiatan employer branding.
  • Budaya kerja serta suasana kantor melalui unggahan aktivitas karyawan.
  • Cerita atau testimoni karyawan (employee stories).
  • Informasi program magang, rekrutmen, dan pengembangan karier.
  • Pencapaian, penghargaan, serta pengumuman penting dari perusahaan.

6. Bangun Koneksi dengan Karyawan atau Alumni

Jika memungkinkan, ajak berdiskusi karyawan aktif maupun mantan karyawan melalui LinkedIn atau komunitas profesional. Kamu dapat menanyakan:

  • Lingkungan kerja sehari-hari.
  • Dinamika tim.
  • Sistem pengembangan karier.
  • Tantangan dalam posisi yang akan dilamar.

7. Cari Tahu Gaji dan Benefit

Jangan lupa mencari informasi mengenai kisaran gaji, tunjangan, fasilitas, serta insentif yang ditawarkan perusahaan. Namun, pastikan hal tersebut bukan menjadi satu-satunya alasan kamu melamar. Pertimbangkan juga peluang belajar, budaya kerja, dan prospek pengembangan karier.

Cara Memanfaatkan Hasil Riset untuk Memperkuat Lamaran

Setelah mengumpulkan informasi, pakai hasil riset tersebut untuk meningkatkan kualitas lamaranmu.

1. Sesuaikan CV dan Cover Letter

Tampilkan pengalaman, pencapaian, dan keterampilan yang paling relevan dengan kebutuhan perusahaan. Jika memungkinkan, kaitkan alasanmu melamar dengan visi, misi, atau pencapaian perusahaan.

Coba kita bayangkan, kamu sedang membaca lowongan kerja. Perusahaan tersebut sedang mencari content writer yang mampu menulis topik seputar cryptocureency. Jika kamu benar-benar memiliki pengalaman yang relevan, kamu perlu menonjolkannya ke dalam CV kamu.

Kurang spesifik

  • Menulis artikel SEO
  • Melakukan riset keyword
  • Membuat konten blog

Lebih relevan dengan kebutuhan perusahaan

  • Menulis artikel SEO mengenai cryptocurrency, blockchain, dan Web3 berdasarkan riset keyword dan search intent.
  • Mengubah topik finansial yang kompleks menjadi artikel yang mudah dipahami oleh pembaca umum.
  • Melakukan riset tren dan berita terbaru di industri kripto untuk menghasilkan konten yang akurat dan relevan.

Contoh lainnya, pada bagian Professional Summary kamu juga bisa menyesuaikannya:

“SEO Content Writer dengan pengalaman menulis artikel tentang cryptocurrency, blockchain, dan teknologi finansial. Terbiasa melakukan riset mendalam, mengoptimalkan konten untuk mesin pencari, serta menyampaikan topik yang kompleks dalam bahasa yang mudah dipahami.”

Dengan cara ini, recruiter akan langsung melihat bahwa pengalamanmu sesuai dengan kebutuhan posisi yang sedang mereka cari.

2. Tampil Lebih Percaya Diri Saat Wawancara

Gunakan hasil risetmu untuk memberikan jawaban dan mengajukan pertanyaan yang spesifik sehinga recruiter melihat bahwa kamu benar-benar memahami perusahaan. 

Ingat ya wawancara itu proses dua arah. Jadi, selain perusahaan ingin mengenalmu lebih jauh, kamu juga perlu mengenal perusahaan dengan baik.

Wawancara adalah kesempatan untuk menilai apakah budaya kerja, nilai-nilai perusahaan, lingkungan kerja, dan peluang pengembangannya benar-benar sesuai dengan tujuan karier serta hal-hal yang kamu cari dalam sebuah pekerjaan. 

Sebagai contoh, ketika recruiter bertanya:

“Why do you want to work here?”

Kamu bisa memberikan jawaban yang spesifik, misalnya:

“The company’s mission to help college graduates pay off their student loan debt really resonates with me. I’ve experienced similar financial challenges, and I’d love the opportunity to contribute to a company that’s making a meaningful impact. I also value working in an environment that prioritizes collaboration and continuous learning, which is why your company stands out to me.”

Contoh lain kalau kamu dapat pertanyaan:

“What do you know about our company?”

Alih-alih memberikan jawaban umum, jelaskan secara singkat mengenai bisnis perusahaan, produk atau layanan yang mereka tawarkan, target pasar, pencapaian terbaru, hingga nilai-nilai yang mereka pegang. Jawaban seperti ini menunjukkan bahwa kamu telah meluangkan waktu untuk memahami perusahaan sebelum wawancara.

Ketika ditanya:

“Why are you interested in this role?”

Hubungkan alasanmu dengan kebutuhan perusahaan dan tujuan kariermu. Misalnya, jelaskan bahwa kamu tertarik karena tanggung jawab pekerjaan sesuai dengan keahlian yang ingin kamu kembangkan, serta nilai atau budaya perusahaan sejalan dengan prinsip yang kamu miliki.

Selain menjawab pertanyaan dengan baik, jangan lupa menyiapkan pertanyaan untuk interviewer. Kamu bisa bertanya mengenai proyek terbaru perusahaan, budaya kerja tim, peluang pengembangan karier, atau arah bisnis perusahaan ke depan. Pertanyaan yang spesifik akan memberikan kesan bahwa kamu benar-benar tertarik bergabung dan telah mempersiapkan diri dengan baik. 

3. Bangun Hubungan Profesional

Hubungan dengan recruiter atau karyawan tidak berhenti setelah wawancara. Kirimkan email ucapan terima kasih setelah proses interview dan tetap terhubung/terkoneksi melalui LinkedIn untuk memperluas jaringan profesional.

Baca juga: Cara Menjawab Pertanyaan “Mengapa Anda Ingin Bekerja di Perusahaan Kami?”

Penutup

Melihat pentingnya riset perusahaan dalam proses melamar kerja dari pemabahasan di atas, luangkan waktu setidaknya 20–30 menit untuk mempelajari perusahaan sebelum mengirim lamaran. Persiapan sederhana ini dapat membuat jawaban wawancaramu lebih relevan dan meningkatkan peluang lolos dibanding kandidat yang datang tanpa persiapan.

Mulai dari sekarang, jadikan langkah ini sebagai standar wajib persiapan melamar kerjamu, ya! 

Selanjutnya, jangan lupa baca artikel Talent Growth Blog kami yang lain. Baca di sini yaa.

FAQ

1. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk riset perusahaan?

Tidak ada patokan yang pasti karena tergantung dengan posisi dan tingkat kebutuhan yang dibutuhkan riset. Namun, meluangkan waktu sekitar 20–30 menit sebelum melamar kerja biasanya sudah cukup untuk memahami gambaran umum dan profil singkat perusahaan. 

2. Apa saja sumber terbaik untuk riset perusahaan?

Situs web resmi perusahaan, akun LinkedIn, situs ulasan karyawan (seperti Glassdoor atau JobStreet), media sosial & berita, jaringan/alumni. 

3. Apakah riset perusahaan wajib dilakukan sebelum interview?

Ya riset perusahaan wajib dilakukan sebelum interview. Melakukan riset sebelum wawancara membantu memberikan jawaban yang lebih relevan, menunjukkan keseriusan dan antusiasme melamar, serta membantu kamu menyiapkan pertanyaan berbobot saat sesi tanya-jawab dengan pewawancara. 

4. Bagaimana jika perusahaan masih baru dan informasinya sedikit?

Jika perusahaan masih baru, fokuslah pada informasi yang paling penting. Cari tahu latar belakang pendirinya, masalah yang ingin diselesaikan melalui produk atau layanannya, serta tren industri dan kompetitor utamanya. Saat interview, manfaatkan kesempatan untuk bertanya mengenai visi jangka panjang, strategi bisnis, dan arah pengembangan perusahaan agar kamu dapat menilai prospek perusahaan sebelum bergabung.

5. Apa bedanya riset perusahaan dan membaca job description? 

Perbedaanya terletak pada fokus informasi yang digali. Riset perusahaan adalah proses menggali informasi secara menyeluruh mengenai latar belakang, budaya, visi-misi, reputasi, hingga posisi perusahaan di dalam industri. Sementara itu, membaca job description hanya sebatas memahami rincian tugas, tanggung jawab, kualifikasi, serta keterampilan teknis yang dibutuhkan khusus untuk peran/posisi yang dilamar. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *