Home » Cara Menggunakan Keyword Pada CV Agar Lolos ATS

Cara Menggunakan Keyword Pada CV Agar Lolos ATS

Wanita asia sebagai pencari kerja menggunakan keyword pada CV.

Kenapa ada CV yang langsung menarik perhatian HRD, sementara yang lain malah sering terlewat padahal pengalaman yang dimiliki nggak jauh berbeda?

Ternyata, salah satu hal yang sering menentukan apakah CV dilirik HRD atau tidak adalah penggunaan keyword yang sesuai dengan lowongan kerja.

Di zaman sekarang, kirim CV nggak cukup cuma modal desain yang rapi aja. Banyak perusahaan sudah memakai sistem ATS (Applicant Tracking System) untuk menyeleksi CV secara otomatis sebelum dibaca HRD. Jadi, CV yang isinya paling sesuai dengan kebutuhan lowongan biasanya punya peluang lebih besar buat lolos ke tahap berikutnya.

Makanya, penggunaan keyword yang tepat jadi penting banget. Semakin relevan isi CV kamu dengan posisi yang dilamar, semakin besar juga kemungkinan CV kamu “dilirik” oleh sistem maupun recruiter.

Nah, di artikel ini kita bakal bahas tuntas gimana cara menemukan keyword pada CV yang tepat agar peluang lolos sistem ATS lebih tinggi. Yuk, simak sampai akhir! 

Baca juga: Template CV Gratis Siap Pakai untuk Fresh Graduate (Lengkap & ATS Friendly)

Mengapa Keyword CV Jadi Penentu dalam Proses Rekrutmen?

Kata kunci yang dicantumkan dalam CV sebenarnya bisa menjadi gambaran tentang kemampuan, pengalaman, dan skill yang kamu miliki.  Proses interview membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit bagi HRD. Dari banyaknya CV yang masuk, tentu perusahaan harus menyeleksi kandidat terbaik untuk dipanggil ke tahap berikutnya.

Saat ini, baik perusahaan besar maupun kecil sudah menggunakan sistem ATS (Applicant Tracking System) untuk membantu menyaring CV yang masuk berdasarkan keyword yang terdapat di dalamnya. Sistem ini bekerja dengan mencari keyword tertentu yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan, sehingga CV yang paling relevan biasanya akan lebih mudah lolos ke tahap berikutnya.

Contoh:

Dalam sebuah deskripsi lamaran kerja, tertulis perusahaan sedang mencari seorang staf business development. Sehingga kualifikasi yang dicari oleh perusahaan kurang lebih akan sebagai berikut:

  • Terbiasa menggunakan tools lead generation seperti LinkedIn Sales Navigator, Lusha, atau Apollo. 
  • Memiliki pengalaman menggunakan CRM dan tools komunikasi untuk kebutuhan outreach atau follow up kandidat. 
  • Memahami penggunaan tools berbasis AI atau automation menjadi nilai tambah.

Sementara itu, di dalam CV kamu hanya mencantumkan kemampuan seperti berikut:

“Berpengalaman membangun relasi dengan klien dan melakukan riset pasar untuk mendukung pengembangan bisnis perusahaan.”

Padahal, bisa saja kemampuan yang kamu miliki sebenarnya sudah sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Namun, karena tidak ditulis secara spesifik di dalam CV, recruiter maupun sistem ATS bisa saja menganggap CV kamu kurang relevan untuk posisi tersebut.

Supaya CV terlihat lebih sesuai dengan kebutuhan perusahaan, kamu bisa menuliskannya dengan lebih detail seperti berikut:

“Mengelola lebih dari 200 data prospek menggunakan CRM untuk mendukung aktivitas outreach dan follow up kandidat. Terbiasa menggunakan Sales Navigator, Lusha, atau Apollo untuk lead generation serta memanfaatkan tools AI dan automation.”

Pada intinya, CV yang baik adalah CV yang “relevan” dengan posisi yang dilamar. Artinya, isi CV harus mampu menunjukkan skill, pengalaman, dan kemampuan yang memang sedang dicari oleh perusahaan. 

Lalu, bagaimana cara menemukan keyword yang tepat dari sebuah lowongan kerja?

1. Fokus pada Kata atau Frasa yang Sering Diulang

Saat membaca deskripsi pekerjaan, coba perhatikan kata atau skill yang muncul lebih dari satu kali. Biasanya, perusahaan sengaja menekankan kemampuan tertentu karena memang menjadi kebutuhan utama dalam posisi tersebut. 

Perhatikan contoh deskripsi lowongan untuk posisi staff business development berikut ini:

“Kami sedang mencari seorang Business Development Staff yang mampu mendukung aktivitas pengembangan bisnis dan client acquisition perusahaan. Kandidat pelamar diharapkan memahami proses lead generation, prospect research, serta mampu membangun komunikasi profesional dengan calon klien maupun stakeholder secara efektif. Selain itu, kandidat juga diharapkan mampu melakukan outreach melalui berbagai platform digital serta memiliki kemampuan analisis pasar untuk mendukung strategi pengembangan bisnis perusahaan.”

Kualifikasi:

  • Pendidikan minimal S1 jurusan Bisnis, Marketing, Teknik, Komunikasi, atau bidang terkait
  • Memiliki pengalaman 1–3 tahun di bidang business development, lead generation, sales support, atau posisi terkait menjadi nilai tambah
  • Memiliki kemampuan komunikasi Bahasa Inggris lisan serta business writing yang baik untuk membuat pesan outreach yang profesional dan persuasif
  • Familiar dengan gaya komunikasi bisnis dan budaya kerja profesional internasional
  • Proaktif, teliti, dan mampu bertanggung jawab terhadap pekerjaan secara mandiri
  • Mampu bekerja di lingkungan startup yang cepat dan dinamis
  • Memiliki ketertarikan pada bidang AI, startup, dan teknologi industri menjadi nilai tambah

Technical Skills:

  • Terbiasa menggunakan tools lead generation seperti LinkedIn Sales Navigator, Lusha, atau Apollo
  • Memiliki pengalaman menggunakan CRM dan platform outreach menjadi nilai tambah
  • Menguasai Microsoft Office atau Google Workspace
  • Nyaman mengelola spreadsheet, database, dan melakukan riset online
  • Memahami penggunaan tools AI productivity atau automation menjadi nilai tambah

Berdasarkan lowongan di atas, dapat dimengerti bahwa beberapa keyword yang paling sering muncul dan menjadi fokus perusahaan adalah business development, lead generation, client acquisition, outreach, CRM, market research, serta kemampuan komunikasi profesional. 

Untuk itu, kamu perlu menuliskan kata-kata di atas dalam CV agar semakin relevan.

2. Membagi Keyword CV ke dalam 3 Kategori Utama

Dengan membagi keyword ke dalam beberapa kategori, kamu bisa lebih mudah menentukan bagian CV mana yang perlu dioptimalkan. Cara ini juga membuat isi CV terlihat lebih terstruktur dan relevan dengan posisi yang dilamar.

Sebagai contoh, dari deskripsi lowongan Business Development sebelumnya, keyword dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori utama berikut:

  • Keterampilan teknis: lead generation, CRM, LinkedIn Sales Navigator, lusha, apollo, microsoft office, google workspace, market research, database management.
  • Keterampilan kolaboratif: stakeholder engagement, client communication, teamwork, outreach coordination.
  • Keterampilan komunikasi dan bisnis: business writing, professional outreach message, client acquisition, komunikasi profesional.

Di Bagian Mana Keyword CV Sebaiknya Ditulis?

1. Ringkasan Profil

Bagian ringkasan profil biasanya terletak di bagian paling atas CV. Di sinilah kamu bisa menonjolkan kemampuan utama yang paling relevan dengan posisi yang dilamar agar recruiter langsung memahami value yang kamu miliki.

Contoh:

“Seorang Business Development dengan pengalaman 5+ tahun dalam lead generation, client outreach, dan market research untuk mendukung pengembangan bisnis perusahaan. Terbiasa menggunakan LinkedIn Sales Navigator dan CRM dalam mengelola database prospek serta membangun komunikasi profesional dengan calon klien. Mampu bekerja di lingkungan startup yang dinamis dan terbiasa menangani target pengembangan bisnis.”

2. Bagian Skill Atau Keterampilan

Bagian skill atau keterampilan dapat digunakan untuk memasukkan keyword penting yang sering muncul dalam lowongan kerja, baik hard skill maupun soft skill.

Contoh:

  • Lead generation dan prospect research
  • CRM dan database management
  • LinkedIn Sales Navigator
  • Business communication dan outreach
  • Market research
  • Microsoft Office dan Google Workspace
  • Manajemen waktu dan komunikasi profesional

3. Pengalaman Kerja

Bagian pengalaman kerja menjadi tempat paling penting untuk menunjukkan bagaimana keyword tersebut benar-benar diterapkan dalam pekerjaan nyata. Karena itu, gunakan deskripsi yang spesifik dan didukung pencapaian yang jelas.

Contoh:

Business Development Staff – PT Sejahtera Indonesia
Juli 2025 – Sekarang

  • Mengelola lebih dari 300 database prospek menggunakan CRM untuk mendukung aktivitas client acquisition dan outreach
  • Melakukan lead generation melalui LinkedIn Sales Navigator dan email outreach kepada calon klien potensial.
  • Menjalankan market research untuk mengidentifikasi peluang bisnis baru dan kebutuhan pasar.
  • Berhasil meningkatkan jumlah prospek potensial hingga 35% melalui strategi outreach yang lebih terarah.

Dengan menempatkan keyword pada bagian-bagian penting dalam CV, recruiter maupun sistem ATS akan lebih mudah melihat bahwa kemampuan yang kamu miliki sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Hal ini juga membuat CV terlihat lebih relevan dan meyakinkan dibandingkan CV yang terlalu umum.

Tips Menggunakan Keyword di CV

1. Keyword harus digunakan secara natural (bukan dipaksa) 

Saat menyesuaikan CV dengan lowongan kerja, gunakan keyword secara natural dan strategis sesuai dengan pengalaman yang kamu miliki. Jangan menyalin seluruh kata dari deskripsi pekerjaan tanpa penyesuaian, karena hal ini bisa membuat CV terdengar tidak autentik dan kurang menggambarkan kemampuan sebenarnya.

Perhatikan contoh profil singkat yang hanya copy-paste::

“Saya seorang Business Development Staf yang memahami business development, lead generation, outreach, dan CRM untuk mendukung business development perusahaan.”

Sebagai gantinya, gunakan variasi kata kunci secara natural dan susun kalimat aktif yang menunjukkan tindakan serta hasil kerja yang kamu capai.

Berikut contoh versi yang sudah diubah tanpa sekadar copy-paste:

“Business Development Staf dengan pengalaman 5+ dalam melakukan lead generation, mengelola database prospek menggunakan CRM, serta menjalankan outreach melalui LinkedIn dan email untuk mendukung client acquisition perusahaan.”

Dengan cara ini, keyword tetap muncul dalam CV tanpa terkesan copy-paste dari lowongan kerja. Selain lebih enak dibaca, recruiter juga lebih mudah memahami pengalaman dan kemampuan yang kamu miliki.

2. Hindari Keyword Stuffing

Keyword stuffing dalam CV adalah kondisi ketika kandidat memasukkan terlalu banyak kata kunci secara berulang tanpa konteks yang jelas. Hal ini berbeda dengan keyword optimization yang dilakukan secara strategis dan natural.

Menurut Jobscan, keyword stuffing biasanya membuat CV tidak lagi mencerminkan kemampuan asli pelamar, atau bahkan hanya dibuat untuk mengejar sistem ATS tanpa mempertimbangkan kenyamanan pembaca manusia (recruiter).

Cara seperti ini justru bisa menimbulkan kesan negatif karena CV terlihat dipaksakan, tidak natural, dan kurang menunjukkan pencapaian nyata. Alih-alih meningkatkan peluang, penggunaan keyword berlebihan justru membuat CV terlihat kaku dan kurang meyakinkan.

3. Jangan Berbohong

Disadur dari glints, penggunaan keyword memang dapat meningkatkan peluang CV dilirik recruiter, tetapi jangan sampai melebih-lebihkan atau mencantumkan informasi yang tidak sesuai kenyataan.

Jika kamu belum memiliki skill yang disebutkan dalam keyword, sebaiknya jangan dipaksakan untuk dimasukkan ke CV. Fokuslah pada kemampuan yang benar-benar kamu kuasai agar tetap kredibel saat proses interview.

4. Sesuaikan Bahasa CV

Gunakan bahasa yang sesuai dengan iklan lowongan kerja. Jika perusahaan menggunakan bahasa Inggris, maka CV sebaiknya juga ditulis dalam bahasa Inggris agar keyword lebih relevan.

Sebaliknya, jika lowongan ditulis dalam bahasa Indonesia, gunakan CV berbahasa Indonesia agar lebih selaras dengan keyword yang digunakan perusahaan.

Baca juga: Urutan Berkas Lamaran Kerja via Email yang Benar 

Penutup

Menggunakan keyword yang tepat di CV bukan berarti memasukkan sebanyak mungkin kata kunci, melainkan menyesuaikan isi CV dengan pengalaman dan kebutuhan posisi yang dilamar. Dengan begitu, CV akan lebih mudah dipahami oleh sistem ATS sekaligus tetap menarik bagi recruiter.

Jika kamu masih kesulitan mengidentifikasi keyword yang relevan atau menyusun CV yang ATS-friendly, kamu bisa memanfaatkan GenAI CV Maker dari Talent Growth. Fitur ini membantu memberikan rekomendasi penyusunan CV yang lebih sesuai dengan posisi yang dilamar sehingga proses membuat CV menjadi lebih praktis dan efisien.

Pada akhirnya, CV yang baik adalah CV yang mampu menunjukkan kemampuanmu secara jujur, relevan, dan mudah dipahami. Dengan strategi yang tepat, peluangmu untuk lolos seleksi awal dan mendapatkan panggilan interview pun akan semakin besar. Akses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *