Selain kerap digunakan untuk kepentingan bisnis, analisis SWOT ternyata bisa juga dimanfaatkan oleh fresh graduate yang bingung menentukan arah karier.
Analisis SWOT adalah metode evaluasi yang mengukur kekuatan, kelemahan, peluang, serta ancaman secara objektif.
Menurut jobstreet, analisis SWOT bisa membantu kamu mengoptimalkan potensi diri, yang nantinya akan berguna dalam mendukung perjalanan karier kamu.
Lantas, kalau kamu penasaran contoh analisis SWOT seperti apa dan bagaimana cara membuatnya?
Yuk baca selengkapnya lewat artikel ini.
Baca juga: Post Graduation Depression pada Fresh Graduate: Penyebab dan Cara Mengatasinya
Apa itu Analisis SWOT?
Menurut linkedln advice, analisis SWOT merupakan metode sederhana tetapi efektif untuk mengevaluasi faktor internal dan eksternal yang dapat memengaruhi kesuksesan kariermu.
SWOT merupakan singkatan dari Strengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (peluang), dan Threats (ancaman). Kekuatan dan kelemahan berasal dari dalam diri, seperti keterampilan, pengalaman, pendidikan, kepribadian, dan motivasi yang dapat kamu kembangkan.
Sementara itu, peluang dan ancaman berasal dari faktor eksternal di luar kendalimu, seperti tren pasar kerja, perubahan industri, persaingan, dan jaringan profesional.
Apa Manfaat Analisis SWOT dalam Perencanaan Karier?
Analisis SWOT dalam perencanaan karier dapat membantu fresh graduate untuk:
- Memahami kondisi dan potensi diri secara realistis, baik saat ini maupun di masa depan.
- Mengidentifikasi keunggulan kompetitif dan aspek yang perlu ditingkatkan agar lebih siap menghadapi persaingan kerja.
- Menjelajahi peluang pengembangan karier yang dapat dimanfaatkan untuk mencapai jenjang karier yang lebih baik.
- Menyusun rencana karier yang terarah, lengkap dengan tujuan dan strategi untuk mencapainya.
- Memantau dan mengevaluasi perkembangan karier agar tetap sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Komponen dalam Analisis SWOT Diri Sendiri
Strenghts (Kekuatan)
Menurut jobstreet, strengths atau kekuatan merujuk pada kelebihan yang kamu memiliki dan hal-hal yang membedakan kamu dengan orang lain. Bagian ini bisa diisi dengan hal-hal yang berhubungan dengan pengetahuan, pengalaman, skill, hingga bagaimana kamu interaksi dengan orang lain.
Beberapa pertanyaan yang bisa kamu gunakan saat mengisi bagian strengths (kekuatan) dalam analisis SWOT adalah:
- Bagaimana pendidikan, keterampilan, bakat, sertifikasi, dan koneksi yang kamu miliki membuatmu lebih unggul dibandingkan orang lain?
- Menurut atasan atau rekan kerjamu, apa saja kekuatan yang kamu miliki?
- Karakteristik apa yang menggambarkan dirimu sebagai seorang profesional maupun individu?
- Pencapaian apa yang paling kamu banggakan?
Anggaplah bagian kekuatan (strengths) sebagai kesempatan untuk menunjukkan nilai lebih dirimu kepada calon pemberi kerja. Tapi, jangan sampai overclaim sehingga sangat penting buat kamu bertanya dengan orang lain atau mentor mengenai kelebihan kamu.
Weaknesses (Kelemahan)
Saat menuliskan daftar kelemahan, yang perlu kamu lakukan adalah bersikap jujur terhadap diri sendiri tanpa merendahkan kemampuanmu. Pada tahap ini, evaluasi dirimu secara objektif dan catat aspek-aspek yang masih perlu ditingkatkan.
Pertimbangkan posisi yang ingin kamu capai, kemudian identifikasi pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang belum kamu kuasai.
Perhatikan juga hubungan profesionalmu. Cari tahu apakah ada relasi penting yang belum terbangun atau perlu diperkuat.
Beberapa pertanyaan berikut dapat membantumu mengidentifikasi kelemahan.
- Apakah ada hal yang perlu diperbaiki berdasarkan evaluasi kinerja atau diskusi dengan atasan, rekan kerja, maupun pelanggan?
- Apakah ada perubahan di lingkungan kerja, industri, atau profesimu yang membuatmu merasa rentan atau kurang siap?
- Apakah kamu merasa tertinggal dari rekan kerja dalam aspek tertentu?
- Apakah ada pekerjaan yang belum bisa kamu lakukan secara efektif sesuai harapanmu?
- Apakah kamu menghindari tugas tertentu karena merasa keterampilanmu belum memadai atau karena tidak menyukai pekerjaan tersebut?
- Apakah ada keterampilan yang belum kamu kuasai, padahal dibutuhkan untuk posisi yang ingin kamu lamar?
Pendapat keluarga dan teman juga bisa memberikan sudut pandang yang berharga mengenai dirimu, keterampilan, kelemahan, dan lingkunganmu. Lalu, tambahkan hasil evaluasi tersebut ke dalam daftar kelemahanmu.
Opportunities (Peluang)
Opportunities meliputi faktor-faktor di luar diri sendiri yang bisa membantu menemukan peluang kamu untuk berkembang. Di bagian ini, kamu perlu mulai memikirkan bidang karier spesifik yang ingin kamu tekuni. Dengan menentukan pilihan tersebut, kamu bisa mempersempit atau memperluas cakupan peluang yang tersedia di masa depan.
Biarkan kamu terus mengeksplorasi berbagai kemungkinan dengan mempertimbangkan pertanyaan berikut.
- Apakah ada perkembangan baru di dunia kerja yang menurutmu menarik atau menyenangkan?
- Apakah kamu melihat peluang untuk mengusulkan proyek atau inisiatif baru yang belum dipertimbangkan oleh perusahaan?
- Tren apa saja yang sedang memengaruhi bidang industri yang kamu tekuni?
- Di bidang apa industri tersebut sedang mengalami pertumbuhan?
- Bagaimana teknologi baru dapat membantu perkembangan kariermu?
- Bagaimana koneksi yang kamu miliki dapat membantumu mencapai tujuan karier?
Carilah peluang, baik di dalam maupun di luar perusahaan. Banyak orang menemukan kesempatan pengembangan karier yang sebelumnya tidak pernah mereka pertimbangkan bisa melalui koneksi yang sudah ada atau ikut komunitas. Lalu, tambahkan semua peluang yang kamu temukan ke dalam list kamu.
Threats (Ancaman)
Sekarang, pikirkan berbagai hal yang berpotensi menghambat perkembangan kariermu. Pada tahap ini, kamu bisa membiarkan kekhawatiran dalam dirimu muncul dan catat semua kemungkinan yang terlintas dalam pikiran.
Pertimbangkan berbagai aspek negatif dari pekerjaan atau profesimu saat ini, seperti:
- Bagian pekerjaan yang paling tidak kamu sukai atau paling sulit diselesaikan.
- Terbatasnya kesempatan untuk berkembang, mengikuti pelatihan, atau mendapatkan promosi di tempat kerja saat ini.
- Industri atau bidang pekerjaanmu sedang mengalami penurunan dan berpotensi menghilang.
- Apa saja hambatan yang sedang kamu hadapi dalam perjalanan karier saat ini?
- Hal-hal lain yang membuatmu khawatir terhadap masa depan karier.
Pandemi COVID-19 atau perkembangan dunia ekonomi saat ini memberikan gambaran baru mengenai berbagai ancaman yang mungkin muncul dan memengaruhi dunia kerja. Bisa juga kamu tambahkan ke dalam list kamu.
Cara Melakukan Analisis SWOT Diri Sendiri
1. Identifikasi kekuatan dan kelemahan diri. Kenali kemampuan, keterampilan, pengalaman, dan aspek yang masih perlu ditingkatkan.
2. Evaluasi faktor eksternal. Identifikasi peluang dan ancaman di lingkungan sekitar yang dapat memengaruhi perkembangan karier.
3. Minta pendapat orang lain. Kamu bisa meminta masukan dari teman atau keluarga untuk mendapatkan sudut pandang berbeda dalam mengenali potensi dan kekurangan diri.
4. Buat tabel SWOT. Kelompokkan hasil identifikasi ke dalam empat komponen atau empat kotak, dua kotak bagian atas adalah S (strength) dan W (weakness), kemudian pada bagian bawah yaitu O (opportunities) dan T (threats).
Selanjutnya pada tiap kolom diisi dengan jawaban yang menggambarkan diri Anda sendiri. Kamu bisa membuatnya secara manual menggunakan kertas dan bolpoin atau menggunakan Microsoft Word atau Google Docs.
Baca juga: 5 Cara Mengatasi Writer’s Block Saat Menulis Cover Letter – Stories & Ideas
Contoh Analisis SWOT Fresh Graduate
Kita ambil contoh fresh graduate yang ingin berkarir di bidang desain grafis dan ingin mendapatkan pekerjaan yang bisa dilakukan secara remote. Hasil analisis SWOT adalah sebagai berikut:
STRENGTHS 1. Menguasai tools desain, seperti Adobe Photoshop, Adobe Illustrator, dan Figma. 2. Pernah memenangkan lomba desain. 3. Memiliki portofolio berupa prototipe aplikasi kasir yang dirancang menggunakan prinsip UI/UX Design. | WEAKNESSES 1. Belum punya pengalaman kerja sebagai desainer grafis 2. Kurang aktif mengikuti event di luar komunitas. 3. Belum berhasil melewati interview user. |
OPPORTUNITIES 1. Banyak lowongan magang. 2. Akses ke ikatan alumni untuk memperluas networking. 3. Ikut pelatihan bootcamp desain grafis. | THREATS 1. Tingginya persaingan dengan orang yang lebih berpengalaman. 2. Lowongan remote desain grafis tersembunyi. 3. Adanya AI posisi desain grafis terancam. |
Penutup
Setelah selesai membuat analisis SWOT, kamu juga perlu:
- Susun rencana aksi (action plan). Manfaatkan kekuatan dan peluang yang dimiliki untuk mencapai tujuan karier. Buat rencana jangka pendek dan jangka panjang agar langkah yang kamu ambil lebih terarah.
- Siapkan strategi menghadapi hambatan. Tentukan solusi untuk mengatasi kelemahan dan mengantisipasi ancaman yang berpotensi menghambat perkembangan karier.
- Lakukan evaluasi secara berkala. Pantau perkembangan rencana aksi dan sesuaikan strategi jika diperlukan agar tetap sejalan dengan tujuan kariermu.
Selain itu, apabila sedang mencari peluang baru, lowongan pekerjaan di website Talent Growth tersedia untuk bisa kamu apply. Yuk, langsung klik link-nya!





