Home » Hal yang Sebaiknya Kamu Lakukan ketika di-ghosting HRD

Hal yang Sebaiknya Kamu Lakukan ketika di-ghosting HRD

ilustrasi HRD perempuan mewawancarai kandidat

Menunggu hasil rekrutmen sering kali menjadi salah satu tahap yang paling menguras pikiran. Pasalnya, kita tidak pernah benar-benar tahu apakah masih dipertimbangkan, masuk daftar cadangan, atau justru sudah tidak lolos ke tahap berikutnya. 

Daripada terus menunggu tanpa kepastian, ada satu langkah yang bisa kamu lakukan secara profesional, yaitu melakukan follow up kepada HRD.

Namun, follow up juga memiliki etika dan waktu yang perlu diperhatikan. Jika dilakukan terlalu cepat atau terlalu sering, hal tersebut justru dapat memberikan kesan yang kurang baik. 

Supaya tidak salah langkah, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan sebelum melakukan follow up. Yuk kita bahas tuntas dalam artikel ini.

Kapan Sebaiknya Follow Up?

Gak ada angka pasti yang saklek di setiap perusahaan, tapi kamu bisa memakai patokan garis waktu (timeline) berikut ini:

1. Setelah Pemberkasan / Submit Lamaran

Proses screening CV biasanya memakan waktu 1 hingga 2 minggu. Kalau dokumen lamaranmu sudah dikirim dan lewat dari 2 minggu sama sekali belum ada tanda-tanda kehidupan, kamu diperbolehkan untuk melakukan follow up sebanyak satu kali.

2. Setelah Sesi Interview

Selesai interview, jangan besoknya langsung ditagih ya! Berikan waktu 5 hingga 7 hari kerja. HRD butuh waktu untuk berdiskusi dengan user, mencocokkan jadwal, hingga membandingkan performamu dengan kandidat lain.

Tips: Menurut Nurul dari tim HR ToffeeDev, kandidat sebaiknya tidak terlalu sering melakukan follow up kepada recruiter. Cukup lakukan sekali tiap 1-2 minggu agar kamu tidak dicap sebagai kandidat yang terlalu mendesak.

Nah, kamu sudah tahu kapan waktu yang tepat untuk follow up. Sekarang pertanyaannya, bagaimana cara menghubungi HRD tanpa terkesan memaksa? Tenang, kamu tidak perlu bingung menyusun pesannya dari nol. 

Berikut beberapa template yang bisa kamu gunakan dan sesuaikan dengan situasimu. 

Template Follow Up Setelah Mengirim Lamaran

Halo Bapak/Ibu [Nama HRD],

Perkenalkan, saya [Nama Anda], pelamar untuk posisi [Nama Posisi] yang telah mengirimkan lamaran pada [Tanggal Pengiriman].

Saya ingin menanyakan perkembangan proses rekrutmen untuk posisi tersebut. Saya masih sangat tertarik dengan kesempatan bergabung di perusahaan dan berharap dapat memperoleh informasi lebih lanjut mengenai tahapan seleksi berikutnya.

Terima kasih atas waktu dan perhatiannya. Saya menantikan kabar dari Bapak/Ibu.

Hormat saya,

[Nama Anda]

Template Follow Up Setelah Interview

Halo Bapak/Ibu [Nama HRD],

Terima kasih atas kesempatan wawancara untuk posisi [Nama Posisi] pada [Tanggal Interview].

Saya ingin menindaklanjuti proses rekrutmen dan menanyakan apakah sudah ada perkembangan terkait hasil seleksi. Saya tetap antusias untuk bergabung dan berkontribusi di perusahaan.

Terima kasih atas perhatian Bapak/Ibu. Saya menantikan informasi selanjutnya.

Salam hormat,

[Nama Anda]

Sebagai catatan, tujuan follow up adalah menunjukkan ketertarikan dan profesionalisme, bukan mendesak HRD untuk segera memberikan keputusan. Gunakan bahasa yang sopan, singkat, dan jelas agar pesanmu memberikan kesan positif kepada recruiter. 

Baca juga: 7 Pertanyaan Interview HRD yang Paling Sering Muncul dan Cara Menjawabnya  – Stories & Ideas

Namun, Bagaimana Jika Tak Kunjung Mendapat Balasan?

Setelah melakukan follow up secara profesional, ada kalanya HRD tetap tidak memberikan respons. Jika hal ini terjadi, jangan langsung berasumsi yang buruk. Berikut beberapa langkah yang bisa kamu lakukan:

1. Terhubung dengan HRD atau Recruiter

Jika memungkinkan, cobalah terhubung dengan recruiter melalui LinkedIn. Selain memperluas jaringan profesional, langkah ini juga dapat membantumu mendapatkan informasi terkait lowongan atau proses rekrutmen di masa mendatang.

2. Lakukan Follow Up Sekali Lagi

Apabila follow up pertama belum mendapatkan respons, kamu dapat mengirimkan pesan lanjutan setelah 1–2 minggu. Namun, pastikan jumlah follow up tetap wajar dan tidak dilakukan terlalu sering agar tidak terkesan memaksa.

3. Tinggalkan Ulasan Secara Objektif

Jika proses rekrutmen berakhir tanpa kejelasan, kamu dapat membagikan pengalaman secara jujur dan profesional melalui platform seperti Glassdoor atau Indeed. Ulasan yang objektif dapat membantu pencari kerja lain memperoleh gambaran mengenai proses rekrutmen di perusahaan tersebut sekaligus menjadi masukan bagi perusahaan untuk memperbaiki pengalaman kandidat di masa depan.

4. Move On dan Fokus pada Peluang Baru

Ini adalah langkah yang paling penting. Jangan menggantungkan harapan pada satu perusahaan saja. Selama menunggu kabar, tetaplah melamar ke peluang lain yang sesuai dengan minat dan kemampuanmu. Semakin banyak peluang yang dicoba, semakin besar pula kemungkinan mendapatkan pekerjaan yang tepat.

Perlu diingat, tidak mendapatkan balasan bukan berarti kamu gagal atau tidak kompeten. Terkadang perusahaan mengubah kebutuhan rekrutmen, menghentikan proses seleksi, atau menerima kandidat lain yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka saat itu. 

Fokuslah pada hal yang bisa kamu kendalikan, yaitu terus meningkatkan kemampuan, memperbaiki strategi melamar kerja, dan membuka diri terhadap peluang baru.

Baca juga: 5 Cara Mengatasi Writer’s Block Saat Menulis Cover Letter – Stories & Ideas

Penutup

Kesimpulannya, tidak ada yang benar-benar bisa memastikan kapan HRD akan memberikan kabar. Karena itu, lakukan follow up secara profesional untuk mendapatkan kejelasan, tetapi tetap lanjutkan pencarian kerjamu. Jangan terpaku pada satu peluang saja. Semakin banyak kesempatan yang kamu coba, semakin besar peluangmu menemukan pekerjaan yang tepat.

Ambil peluangmu berikutnya dengan menjelajahi berbagai lowongan kerja, magang, maupun program pengembangan karier melalui Talent Growth. 

Siapa tahu, kesempatan yang selama ini kamu cari justru datang dari peluang berikutnya. Langsung buat akun di sini. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *