Ya, kamu boleh melamar lagi di perusahaan yang sama meskipun pernah ditolak. Namun, sebaiknya lakukan setelah ada perubahan pada CV, pengalaman, atau skill yang kamu miliki, serta beri jeda sekitar 3–6 bulan agar peluang diterima lebih besar.”
Hanya karena kamu belum berhasil mendapatkan pekerjaan sebelumnya, bukan berarti kamu tidak boleh melamar lagi di perusahaan tersebut. Menurut Cidnye Work, mantan Career Expert di FlexJobs, pernah ditolak saat melamar kerja bukan berarti kesempatanmu tertutup selamanya. Banyak pencari kerja yang akhirnya berhasil diterima setelah mencoba melamar kembali di perusahaan yang sama. Ia juga menjelaskan bahwa proses melamar ulang bisa menjadi kesempatan baru dengan kondisi dan pengalaman yang sudah lebih baik dari sebelumnya.
Meski demikian, melamar kembali tetap perlu dilakukan secara strategis. Kandidat tidak disarankan untuk terus-menerus menghubungi recruiter atau melamar posisi yang sebenarnya tidak sesuai dengan kemampuan dan pengalaman yang dimiliki. Menurut Indeed Career Guide, terdapat beberapa kondisi yang membuat seseorang masih layak untuk melamar kembali setelah ditolak. Namun, ada pula situasi tertentu yang menunjukkan bahwa seseorang sebaiknya mulai fokus mencari peluang kerja di perusahaan lain.
Kenapa Kandidat Bisa Ditolak?
Tidak semua penolakan terjadi karena kemampuan kandidat kurang baik. Dalam proses rekrutmen, ada banyak faktor yang memengaruhi keputusan perusahaan. Beberapa alasan yang paling umum antara lain:
- Ada kandidat yang lebih sesuai dengan kualifikasi dan kebutuhan posisi.
- CV belum ATS-friendly, sehingga tidak lolos tahap penyaringan awal oleh sistem rekrutmen.
- Pengalaman kerja belum mencukupi atau belum relevan dengan posisi yang dilamar.
- Keterampilan (skill) belum memenuhi kebutuhan atau persyaratan yang ditetapkan perusahaan.
- Posisi sudah ditutup atau kuota rekrutmen telah terpenuhi sebelum proses seleksi selesai.
- Jawaban saat wawancara kurang meyakinkan atau belum menunjukkan kecocokan dengan budaya kerja perusahaan.
- Persaingan pelamar sangat tinggi, sehingga perusahaan harus memilih kandidat dengan profil yang paling sesuai.
Penolakan bukan berarti kamu tidak kompeten. Sering kali, keputusan recruiter dipengaruhi oleh kebutuhan perusahaan dan tingkat persaingan pada saat proses rekrutmen berlangsung.
Kapan Sebaiknya Melamar Lagi?
Ada beberapa kondisi yang membuat melamar kembali ke perusahaan yang sama justru bisa menjadi keputusan yang tepat. Berikut beberapa di antaranya:
1. CV Sudah Disesuaikan dengan Posisi yang Dilamar
Jika sebelumnya kamu menggunakan CV yang terlalu umum, cobalah membuat CV yang lebih relevan dengan posisi yang dituju. Sesuaikan pengalaman, keterampilan, dan kata kunci dengan deskripsi pekerjaan agar recruiter lebih mudah melihat kecocokanmu dengan posisi tersebut.
2. CV Sudah ATS-Friendly
Banyak perusahaan menggunakan Applicant Tracking System (ATS) untuk menyaring CV secara otomatis. Jika CV sebelumnya belum menggunakan format yang tepat atau belum memuat kata kunci yang relevan, peluang untuk lolos seleksi awal bisa lebih kecil. Mengirimkan CV yang telah dioptimalkan untuk ATS dapat meningkatkan peluangmu diproses oleh recruiter.
Baca juga: Template CV Gratis Siap Pakai untuk Fresh Graduate (Lengkap & ATS Friendly)
3. Pengalaman dan Skill Bertambah
Jika sejak lamaran sebelumnya kamu telah memperoleh pengalaman kerja baru, mengikuti pelatihan, menyelesaikan sertifikasi, atau menguasai keterampilan yang lebih relevan, inilah waktu yang tepat untuk mencoba melamar kembali.
4. Kesalahan pada CV Sudah Diperbaiki
Typo, kesalahan tata bahasa, atau informasi yang kurang lengkap dapat memengaruhi kesan pertama recruiter. Jika kamu menyadari ada kekeliruan pada CV sebelumnya, pastikan semuanya sudah diperbaiki sebelum mengirimkan lamaran kembali.
5. Ada Perubahan pada Lowongan atau Kebutuhan Perusahaan
Jika perusahaan kembali membuka posisi yang sama atau muncul lowongan yang lebih sesuai dengan latar belakangmu, kamu bisa mempertimbangkan untuk melamar lagi. Bisa jadi saat ini profilmu lebih sesuai dengan kebutuhan perusahaan dibandingkan saat lamaran sebelumnya.
5. Ada Typo atau Kesalahan pada CV Lama
Kesalahan kecil seperti typo atau grammar yang kurang tepat bisa memengaruhi penilaian recruiter. Jika kamu menyadari ada kesalahan pada CV sebelumnya, kamu bisa mencoba melamar lagi dengan versi yang sudah diperbaiki.
Kapan Sebaiknya Berhenti Melamar Lagi?
Tidak ada jawaban yang pasti untuk pertanyaan ini, karena setiap situasi memiliki keunikannya masing-masing. Meski melamar ulang diperbolehkan,ada beberapa situasi tertentu yang membuatmu lebih disarankan untuk mencoba peluang kerja di perusahaan lain.
1. Sudah Pernah Interview dengan HR atau User
Jika sudah beberapa kali mengikuti proses interview untuk posisi yang sama namun belum berhasil, evaluasi terlebih dahulu penyebab penolakan sebelum mencoba kembali.
2. Tidak Memenuhi Kualifikasi Utama
Periksa kembali syarat utama pada lowongan pekerjaan. Jika ada kualifikasi penting yang memang belum kamu miliki, kemungkinan diterima tetap kecil meskipun melamar ulang.
3. Lowongan Menyebut Pelamar Lama Masih Dipertimbangkan
Beberapa perusahaan menuliskan bahwa pelamar sebelumnya masih akan dipertimbangkan. Jika ada informasi seperti itu, kamu tidak perlu mengirim lamaran baru karena data lamamu kemungkinan masih diproses.
4. CV Belum Ada Perubahan
Jika CV-mu masih sama seperti saat pertama melamar dan tidak ada peningkatan skill maupun pengalaman, maka peluang hasilnya juga kemungkinan tidak jauh berbeda.
Warning: Hindari mengirim lamaran yang sama berkali-kali dalam waktu singkat karena dapat memberi kesan bahwa kamu tidak melakukan evaluasi terhadap lamaran sebelumnya.
Berapa Lama Waktu Ideal untuk Apply Lagi?
Tidak ada aturan pasti mengenai kapan seseorang boleh melamar kembali ke perusahaan yang sama. Namun, secara umum, waktu yang cukup ideal untuk mencoba kembali adalah sekitar 3 hingga 6 bulan setelah penolakan pertama. Rentang waktu tersebut memberi kesempatan bagi kandidat untuk memperbaiki CV, meningkatkan skill, atau menambah pengalaman kerja sehingga peluang diterima bisa lebih besar dibanding sebelumnya.
Selain menunggu waktu yang tepat, ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar proses melamar ulang menjadi lebih efektif dan strategis.
1. Tinjau Kembali Deskripsi Pekerjaan
Sebelum melamar lagi, coba baca ulang lowongan pekerjaan yang ingin dituju. Perhatikan apakah posisi tersebut sama seperti sebelumnya atau memiliki tanggung jawab yang berbeda. Kamu juga bisa mengevaluasi CV dan catatan interview terdahulu untuk melihat bagian mana yang perlu diperbaiki.
Perhatikan kata kunci atau skill yang tercantum pada deskripsi pekerjaan, lalu sesuaikan kembali isi CV agar lebih relevan dengan kebutuhan perusahaan. Jika sebelumnya kamu menerima alasan penolakan tertentu, gunakan informasi tersebut untuk memperkuat kemampuan yang masih kurang.
2. Minta Feedback dari Recruiter
Jika sebelumnya kamu sempat berinteraksi langsung dengan recruiter atau hiring manager, terutama sampai tahap akhir seleksi, kamu bisa mencoba meminta feedback secara profesional. Tanyakan apa yang dapat ditingkatkan agar peluang diterima lebih besar pada kesempatan berikutnya.
Dalam beberapa proses rekrutmen, kandidat yang ditolak belum tentu dianggap tidak kompeten. Ada kalanya perusahaan hanya memilih kandidat lain yang dinilai sedikit lebih sesuai dengan kebutuhan saat itu. Karena itulah, kandidat yang sebelumnya belum berhasil tetap memiliki peluang untuk dipertimbangkan kembali ketika ada posisi baru yang relevan di kemudian hari.
3. Perbarui Cover Letter
Saat melamar ulang, hindari mengirim cover letter yang sama persis seperti sebelumnya. Buat versi baru yang menunjukkan perkembangan dirimu sejak lamaran pertama.
Misalnya, kamu bisa menjelaskan bahwa kini kamu memiliki skill tambahan, pengalaman baru, atau pemahaman yang lebih baik terhadap bidang pekerjaan tersebut. Dengan begitu, recruiter dapat melihat bahwa kamu benar-benar berkembang dan serius terhadap posisi yang dilamar.
4. Tetap Bersikap Positif
Jika ingin melamar kembali, tunjukkan ketertarikan yang tulus terhadap perusahaan tersebut. Hindari menjadikan penolakan sebelumnya sebagai keluhan atau mempertanyakan keputusan recruiter. Sebaliknya, jadikan pengalaman tersebut sebagai proses belajar untuk memperbaiki diri.
Perusahaan biasanya lebih menghargai kandidat yang mampu bersikap profesional dan terus berkembang dibanding kandidat yang menunjukkan rasa kecewa secara berlebihan.
5. Jaga Hubungan dengan Recruiter atau Koneksi Perusahaan
Walaupun belum diterima, menjaga komunikasi profesional dengan recruiter atau koneksi di perusahaan tetap bisa menjadi langkah yang baik. Kamu dapat terhubung melalui LinkedIn, membagikan perkembangan kariermu, atau berdiskusi mengenai tren industri terkait bidang pekerjaanmu.
Namun, tetap penting untuk menjaga komunikasi secara wajar agar tidak terkesan berlebihan atau mengganggu. Bangun hubungan yang natural dan profesional sehingga recruiter dapat melihatmu sebagai kandidat yang aktif, antusias, dan serius dalam mengembangkan karier.
6. Pantau Lowongan Terbaru
Selain menjaga koneksi, kamu juga perlu aktif memantau lowongan terbaru dari perusahaan tersebut. Jika ada posisi yang lebih sesuai dengan pengalaman dan skill yang dimiliki, jangan ragu untuk mencoba kembali.
Saat melamar ulang, usahakan CV yang kamu lamar kembali sudah lebih relevan, kemampuan yang dimiliki semakin berkembang, dan ada peningkatan dibanding sebelumnya. Kandidat yang menunjukkan progres biasanya memiliki peluang lebih besar untuk kembali dipertimbangkan oleh recruiter.
Baca juga: Cari Lowongan Kerja yang Tidak di Publish di LinkedIn
Penutup
Setelah membaca artikel di atas, apakah kamu ingin mencoba melamar kembali ke perusahaan yang pernah menolakmu, atau memilih mencari peluang baru di tempat lain?
Ditolak sekali bukan berarti kesempatanmu sudah tertutup. Jika kamu sudah memperbaiki CV, menambah pengalaman, atau meningkatkan skill, melamar kembali ke perusahaan yang sama tetap bisa menjadi langkah yang tepat. Yang terpenting, pastikan setiap lamaran menunjukkan perkembangan dibanding sebelumnya.
Di Talent Growth, kamu bisa menemukan berbagai lowongan kerja dari banyak perusahaan dan bidang pekerjaan. Cari posisi yang paling sesuai dengan minat dan kemampuanmu, lalu langsung apply dengan mudah.
Tidak usah tunggu lama, yuk sign up sekarang.





