Jika kamu memiliki jeda pekerjaan sejak pekerjaan terakhir di CV yang kamu kirimkan, perusahaan biasanya ingin mengetahui bagaimana kamu menghabiskan waktu selama periode tersebut. Dalam proses wawancara kerja, pertanyaan seperti “apa yang kamu lakukan ketika menganggur?” sangat mungkin diajukan oleh pewawancara.
Dilansir dari The Balance Money, cara terbaik untuk menjawab pertanyaan ini adalah dengan bersikap jujur dan terbuka. Oleh karena itu, penting untuk mempersiapkan jawaban sejak awal. Kamu bisa menjelaskan bahwa selama masa jeda tersebut kamu tetap produktif, misalnya dengan meningkatkan keterampilan, mengikuti pelatihan, mengerjakan proyek pribadi, atau melakukan aktivitas lain yang bermanfaat.
Apa yang Ingin Diketahui Pewawancara?
Pada dasarnya, pewawancara ingin mengetahui bagaimana kamu memanfaatkan waktu selama menganggur. Jawaban kamu baik itu mengurus keluarga, mengambil kursus, menjalankan proyek freelance, ataupun aktif mencari pekerjaan nantinya akan membantu mereka memahami situasi dan prioritas kamu saat itu.
Selain itu, cara kamu menyampaikan jawaban juga sangat penting. Nada bicara, pilihan kata, dan sikap saat menjawab dapat menunjukkan bagaimana kamu memandang pengalaman tersebut. Jika disampaikan dengan percaya diri dan positif, kamu akan terlihat sebagai kandidat yang proaktif, bukan seseorang yang kehilangan arah selama masa jeda karier.
Kegiatan Produktif Saat Menganggur yang Bisa Kamu Ceritakan Saat Interview
Menurut forbes, ada beberapa kegiatan produktif yang bisa kamu lakukan selama masa menganggur.
1. Mengikuti Webinar
Salah satu kegiatan yang bisa kamu lakukan adalah mengikuti webinar. Saat ini banyak sekali webinar yang diselenggarakan oleh berbagai komunitas maupun perusahaan. Kamu bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk menambah wawasan, memperluas jaringan, sekaligus tetap update dengan perkembangan di bidang yang kamu minati.
2. Mengambil Sertifikasi
Beberapa profesi membutuhkan sertifikasi sebagai bukti kompetensi. Meskipun prosesnya bisa memakan waktu, masa jeda pekerjaan justru bisa menjadi kesempatan yang tepat untuk mengambil sertifikasi. Dengan begitu, kamu dapat meningkatkan nilai tambah saat melamar pekerjaan berikutnya.
3. Mengerjakan Proyek Kecil
Kamu juga bisa tetap mengasah kemampuan dengan mengerjakan proyek-proyek kecil, seperti pekerjaan freelance atau proyek pribadi. Selain membantu menjaga keterampilan tetap terasah, aktivitas ini juga bisa menjadi sumber penghasilan sementara sambil menunggu kesempatan kerja yang baru.
Baca Juga : Meningkatkan Nilai Jual Meski Belum Punya Pengalaman
Cara Menjawab Interview Kenapa Menganggur dengan Tepat
Penting bagi kamu untuk bisa menjelaskan apa saja yang kamu lakukan selama tidak bekerja, terutama jika masa jeda tersebut berlangsung cukup lama. Berikut beberapa strategi yang bisa kamu terapkan saat menjawab pertanyaan ini dalam wawancara kerja.
1. Ceritakan Aktivitas yang Mengembangkan Skill
Jika selama masa jeda kamu mengikuti kursus, pelatihan, atau workshop untuk meningkatkan kemampuan, jangan ragu untuk menyampaikannya kepada pewawancara. Kamu juga bisa menjelaskan jika pernah terlibat dalam kegiatan sukarela, magang, atau aktivitas lain yang memberikan pengalaman baru.
Jika kamu baru saja kehilangan pekerjaan, mengikuti kegiatan seperti ini bisa menjadi langkah yang baik. Hal tersebut menunjukkan kepada perusahaan bahwa kamu tetap berusaha mengembangkan diri secara profesional.
2. Tunjukkan Perkembangan yang Relevan dengan Karier
Bagi kamu yang sedang mempertimbangkan perubahan karier, jelaskan bahwa masa tersebut kamu gunakan untuk mengeksplorasi bidang baru yang lebih sesuai dengan minat dan kemampuanmu.
Kamu bisa menceritakan aktivitas yang dilakukan, seperti riset karier, melakukan informational interview dengan profesional di bidang tertentu, atau mencoba memahami pekerjaan melalui pengalaman langsung. Ceritakan juga apa yang kamu pelajari dan mengapa bidang tersebut terasa cocok untukmu.
3. Tidak Perlu Menyembunyikan Alasan Pribadi
Jika kamu berhenti bekerja karena alasan pribadi, seperti merawat pasangan, anak, atau orang tua yang sakit, kamu bisa menyampaikannya secara singkat. Namun, pastikan kamu juga menjelaskan bahwa situasi tersebut sudah selesai sehingga kamu siap kembali fokus bekerja.
Hal yang sama juga berlaku jika kamu pindah kota karena alasan keluarga, seperti mengikuti pasangan atau ingin lebih dekat dengan keluarga. Kamu bisa menjelaskan bahwa selama itu kamu juga tetap mencari peluang kerja yang tepat.
4. Tetap Sampaikan dengan Nada Positif
Saat menjawab pertanyaan wawancara apa pun, penting untuk tetap menjaga sikap positif. Fokuslah pada hal-hal yang kamu pelajari dan bagaimana pengalaman tersebut membantu perkembangan dirimu. Dengan begitu, pewawancara dapat melihat bahwa kamu benar-benar tertarik pada posisi yang dilamar dan memiliki potensi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Hal yang Sebaiknya Tidak Kamu Katakan
1. Jangan Berbohong
Hindari memberikan informasi yang tidak benar. Pewawancara bisa saja mengajukan pertanyaan lanjutan yang membuat ketidaksesuaian jawabanmu terlihat. Misalnya, jika kamu mengatakan mengikuti kelas tertentu padahal sebenarnya tidak, hal tersebut bisa dengan mudah diketahui. Karena itu, selalu sampaikan informasi yang jujur.
2. Jangan Mengatakan “Tidak Melakukan Apa-Apa”
Jawaban seperti ini bisa membuatmu terlihat kurang memiliki tujuan atau motivasi. Meskipun singkat, tetap berikan penjelasan tentang aktivitas yang kamu lakukan selama masa tersebut, termasuk kegiatan pribadi yang produktif.
3. Hindari Jawaban Bernada Negatif
Proses mencari pekerjaan memang bisa memakan waktu dan terkadang terasa melelahkan. Namun, saat menjawab pertanyaan wawancara, usahakan untuk tetap menggunakan bahasa yang positif.
Sebagai contoh, daripada mengatakan “Saya sudah lama mencari pekerjaan tetapi belum berhasil,” kamu bisa menyampaikan “Saya sedang mencari pekerjaan yang benar-benar sesuai dengan keterampilan dan minat saya.” Jika memungkinkan, tambahkan juga aktivitas pengembangan diri yang kamu lakukan selama masa pencarian kerja.
Baca juga: Cara Menjawab Pertanyaan “Kenapa Kami Harus Merekrut Anda?” di Interview Kerja
Contoh Jawaban Sesuai Situasi Kamu
Tidak perlu bingung jika pewawancara menanyakan alasan jeda kariermu. Berikut beberapa contoh jawaban yang bisa kamu sesuaikan dengan kondisi yang sebenarnya. Yang terpenting, sampaikan jawaban dengan sikap ramah, jujur, dan percaya diri.
Skenario 1: Jika Kamu Terkena Layoff (Pengurangan Karyawan)
“Saya terdampak pengurangan karyawan di perusahaan sebelumnya sekitar enam bulan yang lalu. Meskipun awalnya cukup menantang, saya memanfaatkan waktu tersebut untuk mencari posisi yang benar-benar sesuai dengan keterampilan dan minat saya. Selama periode ini, saya juga mengikuti beberapa kursus digital marketing agar kemampuan saya tetap berkembang dan relevan dengan kebutuhan industri.”
Skenario 2: Jika Belum Mendapatkan Pekerjaan Setelah Lulus
“Awalnya saya tidak menyangka proses mencari pekerjaan akan memakan waktu cukup lama karena persaingan yang cukup ketat. Namun selama periode tersebut saya tetap aktif mengembangkan diri, seperti mengikuti pelatihan, memperluas jaringan profesional, serta mempelajari strategi pencarian kerja yang lebih efektif. Pengalaman ini justru membuat saya lebih siap untuk memulai karier secara profesional.”
Skenario 3: Jika Ingin Beralih Karier (Career Switch)
“Setelah beberapa waktu bekerja di bidang sebelumnya, saya menyadari bahwa minat saya sebenarnya lebih kuat di bidang IT. Karena itu, saya mengambil waktu untuk mempelajari keterampilan baru dan mengikuti beberapa program pelatihan serta sertifikasi. Dengan pengalaman kerja sebelumnya ditambah kemampuan baru yang saya pelajari, saya yakin dapat memberikan kontribusi yang lebih baik di bidang ini.”
Skenario 4: Jika Menganggur karena Alasan Keluarga
“Saya sempat memutuskan untuk berhenti bekerja sementara waktu karena perlu fokus merawat anggota keluarga yang sedang sakit. Meski begitu, saya tetap berusaha menjaga koneksi profesional dengan mengerjakan beberapa proyek freelance dan mengikuti perkembangan terbaru di industri ini. Sekarang kondisi keluarga sudah lebih stabil, dan saya siap kembali bekerja secara penuh.”
Penutup
Menurut recruiter, yang paling penting bukan lamanya kamu menganggur, tetapi bagaimana kamu memanfaatkan waktu tersebut dan menjelaskan pengalaman itu secara profesional.
Menganggur dalam beberapa waktu bukan berarti kamu berhenti berkembang. Dengan menjelaskan aktivitas yang kamu lakukan secara jujur dan positif, kamu bisa menunjukkan bahwa kamu tetap produktif dan siap kembali berkontribusi di dunia kerja. Semoga tips ini bisa membantu kamu tampil lebih percaya diri saat wawancara kerja ya!
Sedang mempersiapkan interview kerja pertamamu? Temukan berbagai peluang paid internship di www.talentgrowth.id untuk membangun pengalaman kerja dan meningkatkan confidence saat interview.





