Home » Cara Membuat Portofolio Magang yang Menarik untuk Recruiter 

Cara Membuat Portofolio Magang yang Menarik untuk Recruiter 

Divisi human capital terdiri 4 orang sedang berdiskusi tentang seleksi portofolio magang dan dipresentasikan oleh seorang wanita yang sedang mempresentasikan cara membuat portofolio magang yang menarik rekruter

Membuat portofolio untuk melamar magang prinsipnya sama dengan portofolio profesional untuk melamar pekerjaan full time. Hanya saja, karena merasa belum memiliki pengalaman full time, banyak mahasiswa dan fresh graduate yang kebingungan saat membuat portofolio untuk pertama kali. 

Kesalahan mendasar yang sering tidak disadari oleh mahasiswa dan fresh graduate adalah membuat portofolio yang terlalu umum. Berbagai pengalaman seperti organisasi, project mata kuliah, dan kegiatan volunteer semua ditulis dalam portofolio tanpa melihat konteks dari lowongan yang akan dilamar. 

Padahal waktu HRD untuk meninjau portofolio sangat terbatas. Oleh karena itu, portofolio magang harus disesuaikan dengan deskripsi pekerjaan pada lowongan yang dituju. Dengan begitu, portofolio akan lebih relevan dan efektif dalam mendukung proses rekrutmen. Pelajari lebih lanjut cara membuat portofolio yang menarik perhatian rekruter dalam artikel ini secara tuntas.

Baca juga: Pentingnya riset perusahaan saat melamar kerja, tingkatkan peluang lolos. 

Apa itu Portofolio? 

Portofolio adalah dokumen yang menunjukkan kemampuan, keahlian, bakat professional-mu secara rinci dan praktikal. Fungsi portofolio adalah sebagai pelengkap dari CV, karena pada portofolio, kamu dapat menunjukkan proyek-proyek yang pernah kamu jalankan atau karya terbaik kamu untuk melamar magang. 

Manfaat Portofolio

Membuat portofolio dapat memberikan beberapa manfaat, di antaranya:

  • Mendokumentasikan karya dan proyek yang pernah kamu kerjakan sekaligus menunjukkan kemampuan secara nyata.
  • Membangun personal branding dengan menampilkan keahlian, pengalaman, dan karakter profesionalmu.
  • Meningkatkan peluang mendapatkan magang atau kerja dengan memberikan gambaran konkret tentang kemampuan dan hasil yang pernah kamu capai.

Baca juga: Meningkatkan Nilai Jual Meski Belum Punya Pengalaman

Seperti Apa Isi Portofolio Magang?

Portofolio terdiri dari beberapa bagian yang perlu disusun secara terstruktur agar informasi di dalamnya mudah dipahami. Susunan yang jelas akan membantu rekruter mengenal siapa kamu, melihat pengalaman atau proyek yang pernah dikerjakan, serta mengetahui cara menghubungimu.

Meski struktur portofolio penting, sebenarnya tidak ada aturan yang benar-benar baku. Kamu bisa menyesuaikan susunannya dengan kebutuhan, bidang pekerjaan, dan karakter personal kamu yang autentik. Mari kita bedah satu-satu:

1. Cover

Cantumkan nama dan bidang yang kamu targetkan secara jelas pada bagian cover portfolio. Kamu bisa menyesuaikannya dengan bidang karier yang ingin kamu tekuni, seperti Marketing, Design, Technology, Finance, Human Resources, Content & Writing, atau Data & Analytics.

Selain itu, sertakan tahun pembuatan atau pembaruan portfolio. Informasi ini membantu recruiter mengetahui bahwa karya dan pengalaman yang kamu tampilkan masih relevan serta mencerminkan kemampuanmu saat ini.

2. Profil Singkat

Bagian profil singkat atau orang-orang biasanya mengisi sebagai “About Me” menjadi salah satu bagian pertama yang dilihat recruiter untuk mengenal profilmu. Karena itu, kamu tidak perlu menulis cerita panjang tentang diri sendiri. Fokuskan pada informasi yang paling relevan dengan posisi yang kamu incar.

Beberapa hal yang bisa kamu cantumkan:

  • Profil singkat: Sebutkan latar belakang, bidang yang kamu tekuni, dan skill utama yang relevan.
  • Pengalaman atau pencapaian: Pilih satu atau dua pengalaman maupun pencapaian yang paling mendukung posisi yang dituju.
  • Tujuan karier: Jelaskan secara singkat bidang yang ingin kamu kembangkan atau posisi yang sedang kamu incar.
  • Keunggulan utama: Tunjukkan kemampuan atau karakter kerja yang membuat profilmu relevan, tanpa perlu menjelaskan terlalu banyak hal personal.

Hindari membuat “About Me” terlalu panjang. Recruiter perlu memahami siapa kamu dan apa yang kamu tawarkan dalam waktu singkat. Maka, prioritaskan informasi yang relevan dengan posisi, pengalaman, dan kemampuan yang ingin kamu tonjolkan.

3. Skill dan Tools

Cantumkan beberapa keterampilan dan tools yang kamu kuasai dan relevan dengan pekerjaan yang kamu targetkan. 

4. Pilih Proyek yang Menunjukkan Hasil

Pilih beberapa proyek terbaik yang paling sesuai dengan posisi yang kamu incar. Kamu tidak perlu memasukkan semua karya yang pernah dibuat. Fokuslah pada proyek yang relevan dan dapat menunjukkan kemampuan sekaligus hasil yang kamu capai.

Recruiter biasanya tidak hanya melihat apa yang kamu kerjakan, tetapi juga bagaimana kontribusimu memberikan hasil. Sehingga sangat penting untuk menyertakan angka atau indikator yang bisa menggambarkan result atau impact, seperti peningkatan traffic, engagement, conversion, jumlah audiens, nilai proyek, atau perubahan yang terjadi setelah kamu mengerjakan suatu proyek.

Beberapa pengalaman yang bisa kamu masukkan antara lain:

  • Tugas Akademik: Masukkan tugas, penelitian, presentasi, atau proyek perkuliahan yang relevan dengan posisi yang kamu incar. Jika dikerjakan secara berkelompok, jelaskan kontribusi spesifikmu dan hasil yang berhasil dicapai. Misalnya, kamu mengolah data penelitian, membuat desain presentasi, atau memimpin proses penyusunan laporan.
  • Pengalaman Magang dan Pekerjaan Paruh Waktu: Pilih pengalaman yang menunjukkan kemampuan praktis dan berkaitan dengan bidang yang ingin kamu tekuni. Jelaskan posisi, tanggung jawab, kontribusi, serta hasil pekerjaanmu. Jika memungkinkan, gunakan data seperti jumlah artikel yang dibuat, peningkatan traffic, engagement, leads, atau target yang berhasil dicapai.
  • Proyek Pribadi: Jangan ragu memasukkan blog, website, proyek freelance, kegiatan sukarela, atau proyek sampingan. Jelaskan tujuan proyek, peranmu, serta perkembangannya. Contohnya, jumlah pengunjung website, pertumbuhan followers, jumlah klien, atau hasil lain yang dapat diukur.
  • Kegiatan Organisasi: Pengalaman di organisasi, komunitas, atau kegiatan kampus juga dapat menjadi bagian dari portfolio. Jelaskan peran dan kontribusimu, lalu tambahkan hasil yang berhasil dicapai. Misalnya, jumlah peserta acara yang kamu kelola, peningkatan engagement media sosial, atau jumlah program yang berhasil dijalankan.

Ingat, portfolio yang kuat bukan sekadar kumpulan karya. Tunjukkan konteks, peran, proses, dan terutama hasil dari setiap proyek. Jika ada angka yang dapat digunakan, cantumkan agar recruiter lebih mudah memahami dampak dari pekerjaanmu.

5. Capaian, Prestasi, dan Sertifikat

Bagian ini bersifat opsional, tetapi dapat menjadi nilai tambah untuk meningkatkan kredibilitas dan menarik perhatian klien atau rekruter. Kamu bisa mencantumkan berbagai pencapaian yang relevan, seperti brand atau klien yang pernah diajak bekerja sama, sertifikat yang dimiliki, ulasan dari klien, maupun respons positif terhadap proyek yang pernah dikerjakan.

6. Informasi Kontak

Tulis kontak dengan benar dan jelas. Periksa kembali setiap detail agar tidak ada kesalahan sehingga klien atau rekruter dapat menghubungimu dengan mudah.

Tahap-Tahap Membuat Portofolio Magang

1. Tentukan Posisi yang Ingin Dilamar

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan saat pertama kali membuat portofolio magang adalah membuat portofolio yang terlalu umum dan tidak menargetkan posisi tertentu. Padahal, portofolio akan lebih efektif jika disesuaikan dengan profesi yang ingin kamu incar.

Mulailah dengan melihat jurusan kuliah, pengalaman organisasi, keterampilan, serta minat yang kamu miliki. Dari sana, tentukan posisi yang paling relevan dengan profilmu.

Misalnya, jika kamu pernah menjadi ketua organisasi atau koordinator kegiatan, kamu bisa mempertimbangkan posisi seperti Project Manager, General Affairs, Sekretaris, atau General Admin. 

Sementara itu, mahasiswa dari jurusan komunikasi atau desain dapat mempertimbangkan posisi seperti Content Writer, Copywriter, Content Creator atau design grafis.

Jangan lupa, pilih profesi yang sesuai dengan minat dan kemampuanmu agar kamu dapat menjalankan pekerjaan dengan lebih maksimal. Hindari hanya mengikuti posisi yang sedang populer atau banyak dibuka tanpa mempertimbangkan kecocokannya dengan dirimu.

2. Cari Lowongan Magang yang Sesuai

Setelah menentukan posisi yang dituju, mulailah mencari lowongan magang yang relevan. Kamu bisa memanfaatkan berbagai platform pencarian kerja seperti LinkedIn, Jobstreet, Talent Growth, dan platform lainnya.

Gunakan fitur pencarian dan kata kunci yang spesifik agar hasilnya lebih sesuai dengan posisi yang kamu incar. Misalnya, pakai kata kunci seperti “internship copywriter”, “copywriter intern”, “content writer intern”, atau tambahkan preferensi seperti “remote” jika kamu mencari magang jarak jauh.

Selain platform pencarian kerja, kamu juga bisa memanfaatkan media sosial. Di Instagram, misalnya, terdapat akun-akun yang secara khusus membagikan informasi lowongan berdasarkan bidang tertentu

3. Baca Deskripsi Lowongan dengan Teliti

Jangan terburu-buru mengirim lamaran setelah menemukan lowongan yang terlihat menarik. Baca terlebih dahulu deskripsi pekerjaan, tanggung jawab, dan kualifikasi yang dicantumkan perusahaan.

Kemudian, cocokkan persyaratan tersebut dengan pengalaman dan keterampilan yang kamu miliki. Paling tidak kamu sudah memenuhi 70 persen kriteria,

4. Pilih Platform untuk Menampilkan Portofolio

Sayangnya, ada begitu banyak platform yang bisa kamu pilih. Platform terbaik bergantung pada bidang yang kamu tekuni dan preferensi pribadi. Yang terpenting, pilih platform yang mudah digunakan, memiliki tampilan menarik, dan nyaman diakses melalui perangkat mobile. Rekomendasi platform untuk menampilkan portofolio yang bisa kamu gunakan.

PlatformCocok untuk siapaKelebihan
Personal WebsitePenulis, freelancer, profesional, dan pekerja kreatifMemberikan kontrol lebih besar terhadap desain, tampilan, dan branding portofolio.
LinkedInMahasiswa, pencari kerja, dan profesionalDapat menampilkan pengalaman, pencapaian, keterampilan, serta contoh karya dalam satu profil profesional.
Behance / DribbbleDesainer dan pekerja kreatifMemudahkan kamu menampilkan karya visual secara profesional dan menjangkau komunitas kreatif.
GitHubProgrammer dan developerDapat digunakan untuk menampilkan kode, proyek, dan hasil pekerjaan teknis.
Google SitesMahasiswa, pemula, dan pencari kerjaGratis, fleksibel, mudah digunakan, serta tidak membutuhkan kemampuan coding untuk membuat portofolio.
CanvaMahasiswa, content creator, desainer, dan pekerja kreatifMenyediakan berbagai template sehingga kamu dapat membuat portofolio dengan cepat dan menyesuaikan desain sesuai kebutuhan.

5. Susun Isi Portofolio

Bagian ini merupakan salah satu tahap paling penting. Jangan memasukkan semua proyek yang pernah kamu kerjakan hanya agar portofoliomu terlihat penuh. Pilih karya yang paling relevan dengan posisi yang kamu lamar dan mampu menunjukkan kemampuan terbaikmu.

Untuk setiap proyek, kamu dapat menjelaskan peran, tujuan, proses pengerjaan, keterampilan yang digunakan, serta hasil atau dampaknya. Dengan begitu, perekrut dapat memahami bukan hanya hasil akhirnya, tetapi juga kontribusimu dalam proyek tersebut.

Pastikan portofolio juga mudah dibagikan. Jika menggunakan dokumen PDF, misalnya, kamu bisa menyimpannya di platform yang mudah diakses dan menggunakan tautan yang sederhana sehingga praktis dicantumkan dalam CV atau formulir lamaran.

6. Review dan Minta Feedback

Sebelum mengirim portofolio, lakukan pengecekan terakhir. Periksa kembali typo, tata bahasa, format, tampilan, dan kelengkapan informasi. Jangan lupa membuka dan mengetes setiap tautan untuk memastikan semuanya dapat diakses dengan baik.

Agar hasilnya lebih maksimal, mintalah teman, dosen, mentor, atau orang yang memiliki pengalaman di bidang yang kamu incar untuk memberikan feedback. Perspektif dari orang lain dapat membantu menemukan kekurangan yang mungkin tidak kamu sadari sebelumnya.

Penutup

Portofolio bukanlah dokumen yang selesai dibuat sekali lalu dibiarkan begitu saja. Jangan lupa terus perbarui portofoliomu secara berkala ya. Selamat mencoba!

Cek juga lowongan magang dibayar terbaru, di website talent growth. Gratis langsung akses sekarang!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *