Home » Tawaran Gaji Kecil: Sebaiknya Diterima atau Ditolak? 

Tawaran Gaji Kecil: Sebaiknya Diterima atau Ditolak? 

Ilustrasi seorang wanita berbaju putih menerima tawaran gaji kecil sebaiknya diterima atau ditolak

Setelah melewati serangkaian proses seleksi, akhirnya kamu menerima job offer. Namun, rasa senang itu bisa berubah menjadi dilema ketika nominal gaji yang ditawarkan ternyata jauh di bawah ekspektasi.

Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan ketika mendapatkan tawaran gaji yang terlalu kecil? Tunggu dulu, jangan langsung terburu-buru menolak ataupun menerima. 

Dalam beberapa kondisi, pekerjaan tersebut justru bisa memberikan pengalaman, relasi, atau peluang karier yang lebih besar di masa depan.

Pasalnya, tidak semua keputusan karier hanya bisa dinilai dari besar kecilnya gaji. Sebelum mengambil keputusan, ada beberapa hal yang sebaiknya kamu pertimbangkan terlebih dahulu.

Pertimbangan Ketika Mendapat Tawaran Gaji Kecil

1. Fasilitas dan Tunjangan yang Lengkap

Walaupun gaji pokok yang ditawarkan tidak terlalu besar, coba lihat kembali fasilitas yang diberikan perusahaan. Beberapa perusahaan menyediakan tunjangan makan, transportasi, uang lembur, BPJS, asuransi kesehatan, hingga bonus tertentu yang cukup membantu kebutuhan sehari-hari.

Dalam beberapa kasus, total benefit yang diterima karyawan justru bisa lebih menguntungkan dibanding hanya melihat nominal gaji pokok saja.

2. Ada Peluang Berkembang

Sebelum menolak tawaran kerja, pertimbangkan juga peluang berkembang yang bisa kamu dapatkan di perusahaan tersebut. Misalnya kesempatan belajar skill baru, mendapat mentor berpengalaman, atau membangun relasi profesional yang bermanfaat untuk karier jangka panjang.

Kadang, pengalaman dan networking yang didapat justru lebih berharga dibanding nominal gaji awal.

3. Bisa Menjadi Batu Loncatan Karier

Tidak semua pekerjaan pertama harus menjadi tempat kerja selamanya. Ada kalanya sebuah pekerjaan menjadi batu loncatan untuk mendapatkan peluang yang lebih baik di masa depan.

Dengan pengalaman kerja yang bertambah, kamu bisa memiliki nilai jual yang lebih tinggi ketika melamar ke perusahaan lain nantinya.

4. Fresh Graduate Masih Minim Pengalaman

Bagi fresh graduate, pengalaman kerja sering kali menjadi hal yang paling penting di awal karier. Jika kamu mendapat kesempatan masuk ke perusahaan yang bagus meskipun gajinya belum sesuai ekspektasi, tidak ada salahnya untuk mempertimbangkannya terlebih dahulu.

Pengalaman kerja pertama dapat membantu meningkatkan skill, portofolio, dan peluang mendapatkan posisi yang lebih baik di kemudian hari.

5. Ada Masa Probation atau Evaluasi

Beberapa perusahaan memang memberikan gaji awal yang belum terlalu tinggi karena karyawan masih berada dalam masa probation atau percobaan kerja. Setelah performa dinilai baik, bukan tidak mungkin perusahaan akan memberikan kenaikan gaji atau benefit tambahan. Hal ini sudah semestinya menjadi pertimbangan. Jangan serta merta langsung kamu tolak tawaran tersebut.

6. Sedang Membutuhkan Pekerjaan

Jika saat ini kamu masih belum bekerja, menerima pekerjaan dengan gaji yang lebih kecil terkadang bisa menjadi pilihan realistis. Selain tetap memiliki pemasukan, kamu juga tetap bisa menambah pengalaman dan memperluas koneksi profesional.

Sambil bekerja, kamu tetap bisa mencari peluang lain yang lebih sesuai dengan target karier dan ekspektasi gaji yang diinginkan.

Baca juga: Rata-Rata Gaji Fresh Graduate: Bisa Sampai 2 Digit Gak Sih?

Cara Merespons Tawaran Gaji yang Terlalu Kecil 

Berdasarkan informasi yang dikutip dari Indeed Career Guide, jika setelah mempertimbangkan keenam hal di atas kamu masih merasa gaji yang ditawarkan terlalu kecil, jangan langsung menolaknya secara emosional. Tetaplah merespons recruiter dengan profesional agar hubungan tetap baik dan peluang kerja di masa depan tidak tertutup. Di bawah ini beberapa cara yang bisa kamu lakukan: 

1. Minta Waktu untuk Mempertimbangkan Offer

Ketika perusahaan memberikan penawaran kerja, hindari langsung menerima atau menolaknya saat itu juga. Mintalah waktu untuk mempertimbangkan detail penawaran yang diberikan, termasuk gaji, benefit, dan fasilitas lainnya.

Jika penawaran disampaikan lewat telepon atau interview langsung, kamu juga bisa meminta versi tertulis agar lebih mudah dipelajari. Selain itu, berikan estimasi kapan kamu akan memberikan jawaban kepada recruiter.

Contohnya:
“Terima kasih atas penawarannya. Saya ingin mempelajari detailnya terlebih dahulu dan akan memberikan keputusan dalam beberapa hari ke depan.”

2. Tentukan Standar Gaji Minimum

Sebelum mencoba negosiasi, tentukan terlebih dahulu nominal minimum yang masih bisa kamu terima. Dengan begitu, kamu bisa lebih mudah mengambil keputusan saat recruiter memberikan penawaran tambahan atau counter offer.

Selain gaji pokok, pertimbangkan juga benefit lain seperti bonus, tunjangan, uang lembur, cuti tambahan, atau peluang kenaikan gaji setelah masa probation.

Misalnya:

Ekspektasi: Rp7 juta

Ditawar: Rp6,5 juta

Layak dinegosiasikan.

Tetapi

Ekspektasi: Rp8 juta

Ditawar: Rp4 juta

Perlu dipertimbangkan ulang.

3. Lakukan Riset Gaji Pasaran

Sebelum membahas gaji dengan recruiter, coba cari tahu terlebih dahulu rata-rata gaji untuk posisi yang kamu lamar. Kamu bisa membandingkannya melalui platform lowongan kerja, forum karier, atau informasi dari orang yang bekerja di bidang serupa.

Riset ini penting agar kamu mengetahui apakah nominal yang ditawarkan memang terlalu rendah atau masih sesuai standar industri. Selain itu, data tersebut juga bisa menjadi bahan pertimbangan ketika ingin melakukan negosiasi gaji secara profesional.

4. Latihan Negosiasi Sebelum Menghubungi Recruiter

Banyak orang merasa gugup ketika harus membahas gaji dengan recruiter. Karena itu, tidak ada salahnya untuk berlatih terlebih dahulu sebelum melakukan negosiasi.

Kamu bisa menyiapkan poin-poin yang ingin disampaikan agar pembicaraan terasa lebih terarah dan profesional. Bahkan, kamu juga dapat mencoba berlatih bersama teman atau keluarga untuk melihat apakah cara penyampaianmu sudah cukup sopan, jelas, dan meyakinkan.

Dengan persiapan yang matang, kamu bisa menyampaikan pendapat tanpa terkesan menuntut ataupun menyinggung pihak recruiter.

Tips Menghadapi Tawaran Gaji yang Terlalu Kecil

Berikut beberapa tips tambahan yang bisa kamu lakukan ketika menghadapi tawaran gaji yang terlalu kecil:

1. Tetap Tunjukkan Antusiasme

Saat membahas gaji dengan recruiter, tetap tunjukkan bahwa kamu tertarik dengan posisi dan perusahaan tersebut. Sikap antusias dapat memberikan kesan bahwa kamu benar-benar ingin bergabung dan bukan hanya fokus pada nominal gaji semata.

Kamu bisa memulai pembicaraan dengan menjelaskan hal yang membuatmu tertarik pada posisi tersebut, lingkungan kerja, atau peluang berkembang yang ditawarkan perusahaan.

2. Negosiasikan Evaluasi atau Review Lebih Cepat

Jika perusahaan belum bisa memenuhi ekspektasi gajimu saat ini, kamu bisa mencoba menanyakan kemungkinan evaluasi performa lebih cepat setelah mulai bekerja.

Dengan begitu, kamu memiliki kesempatan menunjukkan kemampuan dan kontribusi kepada perusahaan dalam waktu tertentu. Jika performamu dinilai baik, peluang mendapatkan kenaikan gaji pun bisa lebih besar dibanding menunggu review tahunan.

3. Fokus pada Skill dan Pengalaman yang Dimiliki

Saat melakukan negosiasi, coba jelaskan skill, pengalaman, atau pencapaian yang relevan dengan posisi yang dilamar. Hal ini dapat membantu recruiter melihat value yang kamu miliki untuk perusahaan.

Tidak menutup kemungkinan recruiter belum mengetahui seluruh kemampuanmu saat proses interview sebelumnya. Itu sebabnya, menjelaskan pengalaman tambahan, sertifikasi, atau skill tertentu bisa menjadi pertimbangan perusahaan untuk memberikan penawaran yang lebih baik.

Cara Merespons Jika Recruiter Menolak Negosiasi Gaji

Dalam proses negosiasi gaji, tidak semua perusahaan bisa langsung memenuhi ekspektasi kandidat. Ada kalanya recruiter memberikan alasan tertentu ketika belum dapat menaikkan nominal yang ditawarkan. Namun, kamu tetap bisa meresponsnya secara profesional tanpa menimbulkan kesan memaksa atau tidak sopan. Berikut beberapa contoh situasi yang sering terjadi beserta cara meresponsnya:

1. “Budget untuk Posisi Ini Terbatas”

Jika perusahaan mengatakan bahwa mereka memiliki keterbatasan budget, kamu bisa mencoba mendiskusikan benefit lain di luar gaji pokok. Misalnya bonus, tunjangan, tambahan cuti, jam kerja fleksibel, atau peluang pengembangan karier.

Cara ini menunjukkan bahwa kamu tetap terbuka untuk mencari solusi yang sama-sama menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Contoh respons:
“Baik, saya memahami adanya keterbatasan budget untuk posisi ini. Namun, apakah ada kemungkinan untuk mendiskusikan benefit lain seperti bonus, tunjangan, atau fasilitas tambahan agar keseluruhan kompensasi menjadi lebih kompetitif?”

2. “Ini Standar Gaji Awal untuk Semua Karyawan Baru”

Beberapa perusahaan memiliki standar salary range tertentu untuk kandidat baru. Jika menghadapi situasi seperti ini, kamu bisa mencoba memberikan counter offer dengan menjelaskan pengalaman dan kemampuan yang kamu miliki.

Tunjukkan bahwa skill serta pengalamanmu dapat memberikan kontribusi lebih dibanding kandidat entry-level pada umumnya.

Contoh respons:
“Terima kasih atas informasinya. Berdasarkan pengalaman dan kemampuan yang saya miliki, saya merasa dapat memberikan kontribusi yang lebih besar untuk posisi ini. Apakah perusahaan bersedia mempertimbangkan kembali penawaran berdasarkan pengalaman dan skill yang saya miliki?”

3. “Saat Ini Kami Belum Bisa Memenuhi Ekspektasi Gaji, Tapi Ada Peluang Kenaikan ke Depan”

Perusahaan terkadang menawarkan peluang kenaikan gaji di masa depan sebagai alasan belum bisa memberikan nominal sesuai ekspektasi saat ini. Dalam kondisi seperti ini, kamu bisa mencoba mendiskusikan kemungkinan evaluasi performa atau salary review dalam periode tertentu.

Dengan begitu, kamu memiliki kejelasan mengenai peluang peningkatan kompensasi setelah menunjukkan performa kerja yang baik.

Contoh respons:
“Terima kasih atas penjelasannya. Saya menghargai adanya peluang kenaikan gaji di masa depan. Namun, saya berharap ada kemungkinan penyesuaian pada gaji awal agar lebih sesuai dengan pengalaman dan value yang saya miliki, kemudian dilanjutkan dengan evaluasi performa ke depannya.”

Jika Memutuskan Menolak Tawaran Kerja

Apabila setelah negosiasi kamu merasa tawaran tersebut masih belum sesuai dengan kebutuhan dan ekspektasi, tidak masalah untuk menolaknya secara profesional. Menolak dengan baik dapat membantu menjaga hubungan profesional tetap positif dan membuka peluang kerja sama di masa depan.

Contoh respons:
“Terima kasih atas kesempatan dan penawaran yang diberikan. Setelah mempertimbangkannya dengan matang, saya memutuskan belum dapat menerima posisi ini karena nominal gaji yang ditawarkan masih belum sesuai dengan ekspektasi saya saat ini. Semoga perusahaan segera menemukan kandidat terbaik, dan saya berharap kita tetap dapat terhubung untuk peluang lainnya di masa depan.”

Baca juga: Cara Menjawab Ekspektasi Gaji Saat Interview (Fresh Graduate Wajib Tahu)

Penutup

Sebelum menerima ataupun menolak tawaran kerja, pastikan kamu memahami standar gaji untuk posisi tersebut dan mengetahui value yang kamu miliki di pasar kerja.

Keputusan mana pun yang kamu ambil nantinya, selalu pastikan kamu sudah mempertimbangkannya dengan matang ya. Jangan sampai menerima pekerjaan hanya karena takut kehilangan kesempatan, tetapi jangan juga langsung menolak tanpa melihat peluang berkembang yang mungkin bisa kamu dapatkan di sana.

Yang terpenting, pahami value dirimu sendiri dan terus tingkatkan skill yang dimiliki. Semakin berkembang kemampuanmu, semakin besar juga peluang mendapatkan pekerjaan dengan gaji dan jenjang karier yang lebih baik di masa depan. Keep fighting!







Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *